Tak Akrab dengan Masakan Khas Indonesia, Pelatih Arema FC Terpaksa Masak Sendiri

Pelatih Arema FC, Eduardo Almeida, sampai saat ini masih berusaha untuk terus beradaptasi dengan kondisi di Indonesia.

Adaptasi yang dilalui pelatih asal Portugal itu tak hanya perihal sepak bola, tetapi juga aspek-aspek kultural yang melingkupi kehidupan sehari-hari.

Salah satu hal yang masih menjadi persoalan bagi Eduardo ialah perbedaan cita rasa makanan.

Untuk aspek ini, lidah Eropa pelatih berusia 43 tahun itu tak akrab dengan makanan lokal.

Sebab, makanan di Indonesia, khususnya Malang, Jawa Timur, memang cenderung menggunakan banyak rempah-rempah sebagai bumbunya.

Tentu saja, cita rasa makanan Indonesia ini masih terbilang pedas bagi masyarakat asal Benua Biru seperti Eduardo yang tak banyak menggunakan rempah-rempah.

“Bagi saya, tentu makanan Indonesia dan Portugal sangat berbeda. Apalagi, di Indonesia, makanan didominasi dengan nasi,” kata Eduardo, dikutip dari laman resmi klub.

“Jadi, saya harus menyesuaikan diri dan beradaptasi. Selain itu pula, cita rasa makanan di sini sedikit pedas,” ia menambahkan.

Oleh karena itu, Eduardo harus mengandalkan kemampuan memasaknya untuk bisa memenuhi kebutuhan makannya sehari-hari.

Padahal, di sisi lain, ia tak terlalu jago soal urusan-urusan dapur semacam ini. Efeknya, hanya ada beberapa menu makanan yang bisa ia konsumsi.

Meskipun demikian, Eduardo harus tetap membiasakan diri dengan situasi ini. Sebab, tak ada banyak pilihan untuk saat ini.

“Jadi, tidak banyak pilihan yang bisa saya masak. Biasanya seperti steak, olahan daging sapi dengan kentang. Itu saja kombinasinya,” ujar Eduardo.

Namun demikian, dia masih mengaku penasaran dengan salah satu makanan khas di Kota Malang, yakni bakso.

Sayangnya, ia belum bisa menjajal kuliner ini karena kondisi saat ini di tengah kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

“Satu yang belum saya coba adalah bakso. Alasan saya belum mencoba bakso sebetulnya hanya karena alasan waktu saja,” ujarnya.

“Belum ada kesempatan makan di luar, apalagi kondisi lockdown (PPKM Darurat) seperti sekarang ini,” ia melanjutkan.