Shin Tae-yong Bukan Jadi Komentator Olimpiade Tokyo 2020, tapi…

Pelatih meluruskan kabar soal dirinya menjadi komentator Tokyo 2020. Ia cuma memberi analisis, itu pun bukan live di televisi.

Kabar Shin Tae-yong menjadi komentator Olimpiade bermula dari pemberitaan JoongAng Ilbo. Media Korea itu menyebut Shin Tae-yong menjadi 1 dari total 11 ekspert yang ditugasi menganalisis kiprah Tim Olimpiade Korea di Olimpiade Tokyo, di media tersebut.

Berhubung Shin Tae-yong adalah praktisi sepakbola, ia pun ditugasi untuk mengomentari kiprah Timnas Korea. Tetapi hal itu disalahartikan oleh media bahwa ia ditugasi menjadi komentator.

Dalam versi terjemahan pemberitaan JoongAng Ilbo, Shin Tae-yong memang disebut menjadi komentator Timnas Korea di Olimpiade Tokyo 2020. Tapi maksudnya bukan tampil memandu pertandingan di televisi, melainkan memberikan analisis lewat tulisan.

“Itu salah, saya menulis pandangan sebagai penonton bukan menjadi komentator. Jadi saya sudah menjelaskan hal ini ke dan meminta pengertian mereka,” kata Shin Tae-yong, dikutip dari Hankook Ilbo.

Adapun tulisan-tulisan Shin Tae-yong tentang Timnas Korea memang benar-benar tersaji. Contohnya pada 19 Juli dimana Shin Tae-yong menuliskan analisisnya soal absennya bek andalan Korea, Kim Min-jae, di Olimpiade Tokyo 2020.

‘Kim Min-jae, adalah pemain senior utama, apa Plan B dari Kim Hak-bum? (Pelatih Korea),’ begitu judul tulisan Shin Tae-yong yang dimuat JoongAng Ilbo.

Kabar Shin Tae-yong menjadi komentator juga sempat disebut-sebut sebagai penyebab ia menunda kedatangannya ke Indonesia. Dalam kesepakatan dengan PSSI sebelumnya, Shin Tae-yong seharusnya sudah kembali ke Indonesia pada 23 Juli.

Dalam pernyataan PSSI, Shin Tae-yong disebut meminta menunda kedatangannya menjadi 6 Agustus. Adapun sepakbola Olimpiade berlangsung pada 22 Juli-7 Agustus.

Eks pemain sekaligus pelatih Seongnam Ilhwa Chunma memastikan penundaan kedatangannya ke Indonesia tak ada kaitannya dengan Olimpiade. Sekalipun ia menganalisis Timnas Korea, itu bisa dilakukan dimana saja.

“Setelah nanti saya menerima dosis ( COVID-19) kedua, saya akan kembali ke Indonesia. Karena Indonesia sekarang melarang kedatangan orang asing yang belum menjalani vaksinasi,” ucap mantan pemain dan pelatih Timnas Korea itu.

Berita Terkait