Stefano Teco Ubah Gaya Permainan Bali United, Sebut Posisi Playmaker Mulai Ditinggalkan

Video Assistant Referee (VAR) hingga gaya permainan Timnas Italia yang terlalu banyak membuang-buang waktu untuk meraih juara Euro 2020, mendapatkan banyak kritikan. Mulai dari gelandang , Thiago Alcantara hingga berbagai pengamat sepak bola.

Ada tim yang senang pemainnya memainkan sepak bola cepat dengan dominan menggiring bola. Ada juga yang memilih mengulur waktu sampai menerapkan satu dua sentuhan. Thiago sempat mengatakan jika peran pemain nomor 10 alias playmaker, perlahan mulai menghilang.

Tapi, pelatih , memiliki penilaian lain terkait metode kepelatihan hingga gaya permainan di sepak bola modern. Pelatih yang akrab disapa ini menganggap sah-sah saja pelatih memiliki metode kepelatihan sendiri.

“Ini tergantung metodologi latihan dari pelatih dan taktikal untuk pertandingan. Kita semua tahu ada beberapa pelatih tidak suka pemain dribbling,” ucap pelatih berpaspor Brasil ini.

Bagi Teco ketika pemain dalam tim memiliki kemampuan penguasaan bola diatas rata-rata, pemain tersebut justru bias lebih leluasa dalam menentukan sikap mereka di lapangan.

“Seharusnya pemain bias lebih bebas menentukan keputusan sendiri apakah mau dribbling atau lakukan satu dua sentuhan,” ucapnya.

Untuk playmaker, Teco sependapat dengan Thiago yang menganggap posisi nomor 10 tersebut semakin hari mulai ditinggalkan. Tapi dengan catatan bahwa hal tersebut berlaku untuk tim-tim kelompok umur.

Lanjutnya, tim-tim tersebut menerapkan formasi 4-4-2 ketimbang 4-3-3.

“Soal playmaker, sudah mulai ditinggalkan terutama tim usia muda. Mereka lebih pilih main dengan system 4-4-2 atau 4-2-4. Main dengan dua striker dan dua winger,” jelasnya.

Terkait gaya permainan Bali United, Teco juga menjadi sosok penting dalam mengubah gaya permainan Fadil Sausu dkk.

Sejak menjabat sebagai pelatih di 2019, eks ini mengubah gaya permainan Bali United dari biasanya dominan dalam penguasaan bola seperti yang dilakukan Putro sejak 2017 hingga 2018, menjadi efek satu dua sentuhan.

Umpan langsung ke lini serang juga sering dilakukan Bali United yang dimotori Paulo Sergio saat itu sebagai gelandang serang. Ini adalah efek dari small side game yang sering dilatih mereka.

“Ada efeknya ketika kami ingin bermain lebih cepat, pada saat lawan melakukan pressure kepada kami. Pemain juga ingin bermain satu dua sentuhan karena bias lebih bagus. Banyak variasi dalam pertandingan,” tutupnya.

Berita Terkait