Iwan Setiawan Bicara Dampak Penundaan Liga 1 bagi Pemain

Pelatih , mengaku penundaan berdampak pada mental pemain.

Iwan Setiawan bukan sosok yang asing bagi .

Pada 2015, Iwan sempat mengkomandoi Laskar Joko Tingkir.

Dilansir BolaSport.com dari wawancara Iwan Setiawan di kanal Youtube Persela Lamongan.

Mantan pelatih ini mengaku jika penundaan Liga 1 berdampak bagi pemain.

“Saya, percayalah, sangat manusiawi kalau memang ada penurunan motivasi dari pemain yang awalnya kita sudah ready mempersiapkan secara keseluruhan baik secara conditioning secara taktikal yang sifatnya teknis terus ada yang lebih terpenting adalah Prepair of Mentality,” jelasnya.

Iwan menambahkan jika belum ada jadwal kompetisi mempengaruhi motivasi pemain.

“Jadi saya kira, pemain sudah mempersiapkan itu tapi dengan ditundanya kompetisi artinya juga dampak daripada diperpanjangnya masa lockdown saya percaya juga bahwa pemain-pemain pasti ada sedikit mengalami penurunan dalam hal semangat, motivasi,” tambahnya.

Sejak kedatangannya, Iwan Setiawan mencoba menanamkan filosofi Underdog untuk Persela Lamongan.

Dia menekankan pada mental pemain agar memiliki semangat juang tinggi.

“Tapi dalam hal ini saya mencoba, saya mencoba dari awal kehadiran saya di Persela saya ingin membangun suatu filosofi bahwa kita adalah tim Underdog, kita harus siap kapan saja saat tempur, kita harus siap kapan saja dan dimana saja,” katanya.

Iwan menegaskan jika sepak bola Indonesia selalu bermasalah dengan jadwal.

Maka, dia selalu mempersiapkan mental pemainnya.

“Jadi artinya suasana dan kondisi sepak bola Indonesia yang kalau boleh jujur, agak menyentuh dalam hal schedule dalam hal ini saya sebagai pemimpin di tim ini yang dipercaya management sebagai headcoach disini mencoba untuk tidak membuat pemain-pemain itu cengeng karena apabila kita siapkan mental untuk terjun di sepak bola Indonesia maka,” ujarnya.

Jadwal yang berubah-ubah menurutnya merupakan masalah yang selau ada dalam sepak bola Indonesia.

“Mestinya kita harus sudah menyiapkan mentality kita dengan atmosfir sepak bola Indonesia, itu yang sering saya sampaikan kepada teman-teman wartawan bahwa kalau kita sudah bertekat masuk ke sepak bola Indonesia kita harus siapkan mental kita dengan kondisi sepak bola Indonesia apa salah satunya? memang terkadang kita selalu berubah-ubah dalam hal schedule,” terangnya.

Iwan Setiawan mengatakan pada pemainnya agar selalu memiliki sifat pantang menyerah.

Walaupun tidak bertabur bintang, dengan semangat yang tinggi dia yakin akan bisa bersaing dengan tim-tim lain.

“Nah disini, saya selalu menekankan pada tim bahwa kita tidak boleh cengeng boys. Ya, kalau kita mau berprestasi salah satunya adalah sifat pantang menyerah itu harus kuat dan ada didada kita apalagi saat ini kita tim Persela kita bukan tim bertabur bintang,” ucapnya.

Iwan menegaskan walaupun tidak didukung dengan pemain bintang, Persela Lamongan siap bersaing di papan atas.

“Kita bukan tim besar yang glamor dengan mengeluarkan banyak uang terhadap pembelanjaan pemain tapi kita adalah underdog yang siap untuk pergi ke atas,” katanya.

“Jadi, itu salah satu filosofi yang coba saya bangun dari awal semenjak keberadaan saya disini. jadi, salah satu kuncinya adalah kita harus selalu bersama-sama, kita kompak, disiplin, fokus itu adalah harga mati,” ujarnya.

Berita Terkait