Gelandang Persib Asal Palestina Bassim Rashid Yakin Takkan Sulit Adaptasi

Mohammed Bassim Rashid merasa senang bisa bergabung bersama Persib Bandung.

Rashid mengatakan dirinya sudah mengetahui profil Persib sejak 2017 lalu, tepatnya saat klub berjulukan Maung Bandung itu mendatangkan Michael Essien ke Bandung.

Essien adalah satu dari dua pemain kelas dunia yang didatangkan Persib pada medio 2017.

Mantan pemain Real Madrid dan Chelsea itu merapat ke Bandung bersama legenda West Ham United, Charlton Cole.

Kehadiran Essien dan Cole dalam skuad Persib membuat pamor Maung Bandung membubung. Nama Persib mulai dikenal luas, terutama di kawasan Asia.

“Saya ingat Persib ketika mereka merekrut Michael Essien. Saat itu menjadi pembicaraan yang sangat besar (viral) karena semua berita dan media sosial ramai membicarakannya. Kemudian saya semakin mengenal dan mengikuti sedikit liga di Indonesia,” kata Rashid.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Terlebih, pada 2018 lalu, dia dan timnas Palestina sempat bermain di Indonesia dalam ajang Asian Games 2018.

Rashid cukup terpukau dengan antusias publik sepak bola Indonesia. Terlebih lagi, timnas Palestina juga mendapatkan sambutan hangat dari suporter Indonesia.

Setelah itu, Rashid mulai tertarik untuk mengikuti perkembangan kompetisi sepak bola Indonesia, apalagi beberapa rekan senegaranya juga sempat berkiprah di Indonesia.

Ketika mendapat tawaran dari Persib, Rashid pun sudah memiliki banyak informasi mengenai klub tersebut sehingga tidak sulit baginya untuk menerima tawaran Persib.

“Setelah itu, saya punya teman dari timnas yang bermain di Indonesia, seperti Jonathan Cantillana, Yashir Islame, dan Mahmoud Eid,” kata Rashid.

“Kami terus berkomunikasi dan mereka bercerita tentang liga di sini dan atmosfer di sini sangat menarik perhatian, jadi saya sangat senang,” kata dia.

Berstatus sebagai pendatang baru di sepak bola Indonesia, Rashid tak khawatir kesulitan beradaptasi.

Menurut dia, pola permainan di sepak bola Indonesia cenderung mengandalkan fisik. Gaya main seperti itu, menurut dia, sesuai dengan karakter permainannya.

Lebih lanjut, Rashid pun sangat tertarik dengan persaingan yang tersaji di kompetisi Indonesia.

Kompetisi Indonesia sangat kompetitif karena tidak ada satu atau dua tim yang mendominasi perolehan gelar juara.

“Sejujurnya, ketika saya bertanya pada orang-orang yang sudah bermain di sini tentang liga, kata pertama yang mereka katakan pada saya tentang liga di sini adalah semua mengandalkan fisik,” ujar Rashid.

Artinya, kekuatan semua tim yang terlibat di kompetisi punya kekuatan yang rata-rata seimbang. Karena itu, tidak ada jaminan bagi tim besar di Indonesia bisa meraih kemenangan dengan mudah saat berhadapan dengan tim yang secara kelas masuk dalam klasifikasi medioker.

“Banyak yang menyebut kompetisi ini sangat panas, pada dasarnya ini di antara tim dan saya melihat ini sebagai sesuatu yang sangat baik,” kata Rashid.

Lebih lanjut, Rashid berharap, kompetisi sepak bola Indonesia bisa segera bergulir. Dia mengaku, sudah tidak sabar merumput bersama Persib di kompetisi.

Lebih penting, Rashid berharap wabah virus corona bisa segera berakhir agar masyarakat bisa kembali menjalani aktivitasnya secara normal. Begitu pula dengan sepak bola, bisa kembali bergulir dengan kehadiran suporter di stadion.

“Saya harap virus corona segera berakhir,” tutur Rashid.

“Saya berharap saya bisa bermain dengan level yang lebih tinggi, maksud saya, ini sepak bola dan pada akhirnya di sepak bola semua orang ingin memberikan yang terbaik di lapangan,” ucapnya.