Pemain Brasil Persela Akan Buktikan Bukan Sosok yang Suka Bertengkar

Musim ini adalah periode kedua membela . Pada periode pertama musim 2017, striker Brasil itu dikenal bengal. Bagaimana dengan musim ini?

Apa yang paling diingat dari Ivan Carlos pada musim 2017? Tentu saja bukan torehan golnya. Musim itu, dia memang mampu melesakkan delapan gol. Tapi, jumlah itu masih kalah oleh koleksi kartu kuningnya: Sembilan!

Catatan itu dibukukan dalam 14 laga saja. Artinya, hanya ada lima laga yang dilaluinya tanpa mendapat kartu kuning. Carlos pun sadar, pada musim 2017, dirinya belum mampu bertindak secara dewasa. Maka, dia sama sekali tidak protes saat ada yang menjulukinya Pemain Bengal.

Dia kemudian mengingat bagaimana musim 2017 dilalui. ’’Saya masih ingat, banyak kesalahan yang saya lakukan. Saya sering bertengkar, mudah tersinggung, sampai-sampai mudah mendapat kartu kuning,’’ kata pemain kelahiran 6 Desember 1989 tersebut.

Kini, dia membuat janji pada dirinya sendiri. ’’Saya ingin mengubah semua stigma buruk yang melekat pada saya. 2017 sudah selesai, musim ini saya ingin melakukan yang lebih baik,’’ tutur Carlos.

Bergabung dengan Persela untuk kali kedua, Carlos berjanji akan menjadi pribadi yang berbeda. Tidak ada Carlos yang bengal, sering bertengkar, mudah tersinggung, dan rajin mendapat kartu kuning.

’’Saya datang ke sini (Persela) untuk menunjukkan kepada banyak orang bahwa saya adalah orang yang berbeda (jika dibandingkan dengan musim 2017),’’ ungkap pemain yang pernah memperkuat itu.

Kini, Carlos tidak hanya sibuk menjaga kondisi fisik. Dia juga harus rajin belajar untuk mengontrol emosinya di lapangan. Cukup sulit, tapi Carlos sangat optimistis.

Baginya, mampu menjaga emosi akan berpengaruh pada performanya di lapangan dan bisa tampil lebih maksimal. Dengan begitu, dia bisa membantu Persela meraih hasil terbaik di setiap laga.

Apalagi, mantan pemain () itu punya target tinggi bersama Laskar Joko Tingkir –julukan Persela– musim ini.

Salah satunya soal persaingan di papan atas 2021–2022. Carlos yakin Persela tidak hanya menjadi pelengkap. Menurut dia, Persela adalah salah satu kandidat juara.

’’Saya berharap bisa membantu Persela membawa sesuatu yang spesial (juara). Apalagi, saya pikir Persela bisa bersaing di posisi atas Liga 1 bersama tim besar lainnya,’’ jelas pemain yang identik dengan kepala plontos tersebut.

Memang, pada musim 2019, Persela tidak ada di papan atas. Malah, Laskar Joko Tingkir nyaris terdegradasi. Meski begitu, penyerang bertinggi 185 sentimeter itu tetap percaya diri bahwa Persela mampu memberikan kejutan musim ini.

’’Karena kami (Persela) punya pemain lokal yang bagus, mental pemain juga oke. Jadi, saya berharap Persela bisa mendapat sesuatu yang spesial,’’ imbuhnya. (jawapos)

Berita Terkait