Putra Kedua Shin Tae-Yong Diminta Belajar Dari Asnawi Mangkualam Bahar

Pelatih Shin Tae-yong meminta putra keduanya, Shin Jae-hyeok, agar tidak segan meniru selama memperkuat klub K League 2 Korea Selatan, Ansan Greeners.

Jae-hyok telah resmi diperkenalkan sebagai penggawa Ansan hari ini setelah pekan lalu menjalani tes medis. Pengumuman itu dilakukan satu hari menjelang ditutupnya bursa transfer musim panas K League 2.

Jae-hyok menjadi putra kedua Tae-yong yang memperkuat Ansan. Pada musim lalu, putra pertama Tae-yong, , sempat membela Ansan dengan status pinjaman dari klub K League, FC Seoul.

Mantan pemain serba bisa Universitas Konkuk ini merasa senang bisa mendapatkan kontrak profesional pertamanya. Menurut Jae-hyok, karakter permainannya di sektor tengah seperti penggawa Korsel, Hwang Hee-chan, bukan sang ayah yang merupakan seorang gelandang serang kala aktif bermain.

“Bermain di level profesional menjadi impian setiap pesepakbola. Mengingat saya bergabung di tengah musim, saya ingin beradaptasi dengan baik di tim, dan menunjukkan citra yang baik tanpa menimbulkan masalah bagi rekan-rekan satu tim,” ujar Jae-hyok dikutip laman Chosun Ilbo.

“Gaya saya berbeda dari ayah saya. Dia selalu membuat frustrasi, tapi berkomitmen. Saya tidak berusaha meniru gaya permainannya. Gaya bermain saya cenderung seperti Hwang Hee-chan.”

Jae-hyok juga mengaku beberapa kali sempat makan malam bersama keluarganya dan . Di acara itu, Tae-yong sempat mengingatkan Jae-hyok agar tidak segan meniru Asnawi yang di usia muda sudah bermain di luar Indonesia.

“Ayah saya sering memberikan Asnawi ketika berada di rumah. Dia bilang: ‘Kamu harus bermain efektif seperti Asnawi. Kamu harus bermain seperti itu, meski usia masih muda. Kamu harus mengamati dan belajar’,” beber Jae-hyok.

Sementara itu, pelatih Ansan mengutarakan, keputusan merekrut Jae-hyok bukan disebabkan faktor sang ayah. Menurutnya, ia sudah memantau perkembangan Jae-hyok sejak lama.

“Saya sudah mengamati dia dalam dua bulan terakhir. Sebagai pemain universitas, dia memenuhi persyaratan, sehingga saya memanggil untuk mengikuti latihan. Dia punya insting menyerang, dan menggiring bola dengan baik. Terlepas dari itu, sikapnya juga sangat baik,” jelas Gil-sik.

“Saya tidak melihat ayahnya, karena saya hanya melihat dia sebagai pemain. Saya meminta klub untuk mengontrak dia. Dia sangat berguna untuk dimasukkan ke tim U-22 pada tahun depan.”

Berita Terkait