Ini yang Membuat Pemain Asing Persebaya, Taisei Marukawa Ragu Menerima Vaksin COVID-19 di Indonesia

Vaksinasi menjadi salah satu program yang tengah digencarkan pemerintah untuk menekan laju pandemi COVID-19 di Tanah Air. Maklum dalam sebulan terakhir, terjadi lonjakan tajam kasus positif harian di berbagai daerah.

tak tinggal diam dalam membantu pemerintah pusat. Bekerjasama dengan Kodam V Brawijaya, klub berjuluk Green Force tersebut sukses menggelar dua kali acara bertajuk Wani yang ditujukan untuk warga Surabaya dan Persebaya, Bonek.

Tak sampai di situ, manajemen Persebaya tengah mengupayakan memberikan pemain asingnya vaksin. Hal ini dilakukan untuk melindungi mereka dari paparan virus COVID-19 yang makin meningkat di wilayah Surabaya dan sekitarnya.

Namun, winger asal Jepang, Taisei Marukawa rupanya memiliki pandangan berbeda terkait program vaksinasi yang tengah diusahakan manajemen. Pemain kelahiran Hiroshima tersebut merasa ragu jika harus melakukan vaksinasi di Indonesia.

“Saya harus benar-benar mempertimbangkan dengan baik vaksin. Karena jika saya mendapatkan vaksin yang berasal dari Cina, maka pemerintah Jepang tidak akan memberikan jatah vaksin kepada saya,” ungkapnya.

Dampak dari peningkatan signifikan angka COVID-19 di Indonesia memaksa pemerintah pusat menetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di wilayah Jawa-Bali.

Beberapa negara tetangga pun khawatir dengan keselamatan warga negaranya di Indonesia. Pemerintah Jepang lantas mengeluarkan himbauan untuk meninggalkan Indonesia sementara waktu. Bahkan, penerbangan khusus telah disiapkan untuk membawa mereka pulang.

Namun, khusus Taisei Marukawa, pemain berusia 24 tahun tersebut memilih tetap di Indonesia. Malum saja, dirinya baru datang akhir bulan lalu dan masih menjalani latihan bersama dengan Rendi Irwan dkk.

“Di sini sebenarnya cukup aman karena saya tidak pernah keluar apartemen selain untuk latihan. Kesehatan dan makanan juga dipantau oleh tim medis dan chef tim (Persebaya). Jadi sebenarnya tidak masalah,” jelasnya.

Tetapi, rencananya bisa berubah bila tak kunjung ada kejelasan kapan kompetisi /22 bakal dimulai. Hingga kini, PSSI & Baru () belum bisa memastikan jadwal anyar kompetisi musim ini.

Jika nantinya Persebaya memutuskan untuk meliburkan pemain, Taisei bakal mempertimbangkan pulang ke Jepang. Namun, kepulangannya nanti akan dimanfaatkan untuk mendapatkan jatah vaksin dari pemerintah Negeri Matahari Terbit tersebut.

“Jadi kemungkinan besarnya saya pilih untuk melakukan vaksinasi di Jepang,” tandasnya.

Berita Terkait