Jambi United, Jelmaan Juventus dengan Kearifan Lokal di Liga 3 Indonesia

Mengenal Jambi , salah satu klub yang sangat identik dengan namun dibalut lewat kearifan lokal di ajang .

Meski kompetisi belum menemui titik terang terkait jadwal kick-off musim ini, namun sejumlah tim peserta termasuk dari kasta terbawah liga Tanah Air sudah mempersiapkan diri semaksimal mungkin.

Salah satunya adalah , klub yang bakal tampil di Liga 3 Zona Jambi tersebut terbilang cukup aktif mulai dari pengenalan klub hingga proses administrasi ke .

Sebagai informasi, Jambi United merupakan salah satu tim yang baru dibentuk pada 2018 silam dan bakal menambah persaingan kompetisi Liga 3 musim ini.

Melansir dari laman resmi Asprov PSSI Jambi, disebutkan bahwa Jambi United akan bersaing dengan 15 tim lain dari Provinsi Jambi di Liga 3 bulan Agustus mendatang.

Walau terbilang anak baru, namun skuad berjuluk Laskar Rajo Betuah ini punya beberapa prestasi di level Provinsi salah satunya adalah runner-up Liga 3 Jambi musim 2019 lalu.

Arie Dwi Debrata selaku salah satu owner Jambi United menyebut, berdirinya klub bertujuan sebagai wadah para pemain muda asli Jambi untuk bisa mengembangkan bakat serta memperbesar peluang untuk tampil di kasta teratas persepakbolaan nasional.

“Jambi United (JU) didirikan dari niat para owner yang ingin membangun dan memberikan wadah anak muda Jambi yang memiliki potensi sepak bola untuk berkiprah di kompetisi PSSI yang berjenjang, salah satunya Liga 3,” ucap Arie kepada INDOSPORT.

“Di mana selama ini mindset masyarakat hanyalah Jambi Gubernur Cup yang dianggap sebagai turnamen bergengsi. Padahal hanya gengsi setiap daerah/kabupaten kota nya masing-masing,” tambahnya.

Mengusung target tinggi di Liga 3 nanti, skuad Jambi United pun serius jalani latihan meski saat ini harus terpisah akibat imbas dari penetapan PPKM.

“Sekarang masih latihan rutin aja, karna PPKM ini pemain jadi latihan individu di tempatnya masing-masing” jelas Arie Dwi Debrata.

Meski terbilang klub baru, namun nama Jambi United sudah mulai mencuri perhatian terutama di sejumlah media sosial.

Bukan soal prestasi, melainkan keberanian sang pemilik klub yang menggunakan logo serupa dengan raksasa Liga Italia, Juventus, sebagai emblem kebanggaan Jambi United.

Jika melihat secara sekilas, logo Jambi United terbentuk dari gabungan dua huruf yakni J dan U yang berasal dari inisial klub. Hampir mirip dengan logo Juventus yang hanya menggunakan huruf J.

Bahkan, jersey yang bakal digunakan Jambi United di Liga 3 nanti pun terbilang mirip dengan Juventus, yakni warna putih yang dipadukan dengan garis hitam hitam.

Menanggapi hal tersebut, Arie Dwi Debrata pun tak menampik jika ia memang terinspirasi dari Juventus dalam membangun klub Jambi United, bahkan diakui kalau para pendiri klub semuanya merupakan fans la vecchia signora.

“Ya, saya (dan para pendiri klub) Juventini sejati dan semoga logo Jambi United sekarang tetap dipertahankan sampai ke ,”

Sepanjang sejarah, klub-klub dari Provinsi Jambi memang jarang bersuara di kancah nasional. Bahkan di musim 2018 silam, PS Batanghari yang jadi kampiun Liga 3 Jambi hanya bisa melangkah sampai Regional round putaran pertama.

Di babak gugur tersebut, PS Batanghari telan kekalahan telak 2–8 dari klub Sumatera Barat, Batang Anai (2–2 dan 0–6).

Dengan hadirnya Jambi United di persepakbolaan Jambi, menarik dinantikan perjuangan Laskar Rajo Betuah kala mentas di Liga 3 nanti.

Mampukah jelmaan Juventus ini raih prestasi gemilang seperti yang didapat Bianconeri di sepak bola Italia?

Berita Terkait

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.