Terombang-ambing Tanpa Kejelasan, Sriwijaya FC Ogah Belanja Pemain Baru

dan seluruh kontestan saat ini masih terombang-ambing dalam ketidakpastian. Kompetisi yang kembali ditunda sampai September tak lantas membuat mereka bernapas lega.

Tidak ada jaminan saat tiba waktunya nanti Liga 2 2021 benar-benar akan bergulir mengingat bergulirnya kompetisi sangat tergantung kepada angka kasus covid-19 di Tanah Air.

“Dalam kondisi ini sulit harus bagaimana. Kami hanya bisa menunggu, apakah kompetisi akan berjalan atau tidak,” ucap Direktur Teknik PT Optimis Mandiri (SOM), Indrayadi, Rabu (16/7/21).

Situasi serupa sebenarnya pernah dialami Sriwijaya FC dan klub lainnya musim lalu ketika distop, lalu beberapa kali sempat hendak digulirkan tapi batal, sampai pada akhirnya benar-benar dibubarkan.

Belakangan, mereka seperti mengalami deja vu. Andai saja skuat belum terbentuk mungkin tidak masalah, tapi Sriwijaya FC sudah mengontrak pemain, menggelar latihan, bahkan melakoni serangkaian laga uji coba.

Masih kata Indrayadi, tadinya manajemen Sriwijaya FC masih membuka peluang bagi pemain baru yang menjadi kebutuhan tim untuk bergabung. Tapi, dalam kondisi ini tentunya itu bukan keputusan bijak.

Liga 2 masih belum jelas akan bergulir atau tidak. Sponsor pun masih menunggu kepastian itu untuk mencairkan dana, sehingga upaya menggaet pemain anyar menjadi tidak realistis, baik lokal ataupun .

PSSI dan sebagai operator Liga 2 pastinya sudah melakukan yang sama. Pihaknya masih menunggu perkembangan terkini kasus Covid-19 di , termasuk Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang sekarang masih berjalan hingga 20 Juli nanti.

“Jadi, kita tunggu saja perkembangan soal kick-off Liga 2. Perburuan pemain baru pun menunggu sampai ada kejelasan dari PSSI dan PT . Jangan sampai malah menambah beban pengeluaran klub,” tandas Indrayadi.

Berita Terkait