Tagih Hak Komersial Liga 1 Senilai Ratusan Juta, Madura United Colek PT LIB

Madura menilai bahwa hak komersial memang harus dibayarkan oleh Baru kepada seluruh klub kontestan 2021.

CFO , Abdurrahim, menyatakan bahwa seharusnya operator kompetisi sepak bola profesional itu tetap membayarkan hak komersial.

Pasalnya, sebagian besar klub, termasuk Madura United, sudah menjalani persiapan secara intensif sejak 2-3 bulan lalu, kendati dalam perkembangannya kick-off Liga 1 harus mundur akibat situasi pandemi virus corona.

“Sudah seharusnya membayarkan hak klub yang sudah mempersiapkan pelaksanaan kompetisi jauh-jauh hari,” ujar Ziaul Haq kepada INDOSPORT, Kamis (15/7/21) malam.

Musim ini, besaran hak komersial memang belum diutarakan PT kepada publik. Namun, nominalnya kemungkinan besar berkisar antara Rp520-800 juta seperti nilai musim lalu.

Sebagaimana diketahui, kick-off kompetisi Liga 1 mesti mundur hingga pertengahan Agustus atau alias setelah masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat berakhir 20 Juli.

Padahal, PT LIB sebelumnya sudah memproyeksikan kompetisi Liga 1 2021 berjalan pada awal Juli silam. Sehingga, pencairan termin pertama hak komersial bagi klub nanti bisa dianggap sebagai kompensasi.

“Kami memberikan hak komersial kepada setiap tim Liga 1 pada Juli ini. Sebagai kompensasi dari penundaan kompetisi,” kata Direktur Operasional PT LIB, Sudjarno, pada Rabu (14/7/21).

Berita Terkait