Penundaan Liga 1 2021/22 Pengaruhi Mental Pemain Bali United

Pelatih Stefano Cugurra kini merasa was-was menunggu nasib Liga 1 2021/22, menyusul adanya kemungkinan pemerintah pusat memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat hingga menjadi enam pekan.

Perpanjangan PPKM Darurat itu bisa berimbas ke kick-off Liga 1 musim ini. Ketika PPKM Darurat pertama diterapkan hingga 20 Juli, PT Baru () telah menyatakan kick-off dilakukan pada 20 Agustus dari rencana semula 9 Juli.

Jika perpanjangan PPKM Darurat diterapkan, kemungkinan besar kick-off Liga 1 dilakukan pada awal September. Hal ini membuat penantian penggawa Bali United untuk merasakan atmosfer pertandingan makin panjang.

Cugurra mengatakan, kabar penundaan sangat mempengaruhi persiapan timnya yang telah berlatih sejak bulan Februari lalu. Apalagi mereka sebelumnya sudah mendapat kepastian tidak mengenakan dengan dibatalkannya zona akibat pandemi virus Corona.

Menurut Cugurra, selain mempengaruhi program tim, mental para pemainn juga berdampak akibat penantian panjang sebuah kompetisi resmi. Cugurra berharap anak asuhnya dapat profesional, dan semangat dalam menghadapi tantangan. Mereka saat ini hanya bisa menjalani latihan mandiri di kediaman masing-masing, mengingat seluruh lapangan di Pulau Dewata ditutup.

“Semua pihak pasti kecewa, karena kompetisi belum berjalan. Pada saat ini tetap ada program latihan mandiri untuk para pemain,” kata pelatih yang akrab disapa ini dikutip laman resmi klub.

“Saya pikir tidak mudah dengan situasi yang ada saat ini. Tapi saya percaya sama tim dan para pemain bisa menghadapi dengan bijaksana melalui latihan dan pertandingan yang akan dijalankan.”

Ketidakpastian kompetisi ini sebetulnya sudah memberikan dampak kepada Bali United ketika salah satu pemain asingnya, memilih pulang ke Brasil setelah mendapat izin dari tim pelatih.

Di lain sisi, pemerintah pusat masih menggodok kemungkinan memperpanjang PPKM Darurat, mengingat angka kasus harian pandemi COVID-19 memecahkan rekor kemarin. Berdasarkan data yang dirilis , jumlah orang terpapar virus tersebut mencapai 54.517. Itu merupakan angka tertinggi sejak pandemi COVID-19 masuk ke Indonesia.

Berita Terkait