Pelaksanaan Liga di Tengah Pandemi, Indonesia Bisa Berkaca dari Malaysia

Banyak insan sepak bola berharap perpanjangan PPKM Darurat tidak berdampak pada pelaksanaan kompetisi sepak bola profesional di Indonesia.

Menggulirkan kompetisi di tengah pandemi memang menantang tetapi bukanlah hal yang mustahil jika berkaca dari negara tetangga.

Mantan pelatih fisik U19 Sofie mengungkapkan kemungkinan itu kepada Kompas.com.

Sofie Imam yang kini ikut membesut tim bersama pelatih kepala Yulianto menceritakan bagaimana Malaysia Super League tetap bergulir di tengah pandemi.

Padahal, kondisi pandemi di Negara Jiran tersebut tidak jauh berbeda dari Indonesia.

“Semenjak libur kompetisi putaran pertama dan agenda , tim tetap latihan terus. Hampir semua tim memperbaiki kekurangan untuk putaran kedua,” tutur pria asal Tulungagung tersebut kepada Kompas.com.

“Di saat situasi PKPP (lockdown) kembali, Malaysia Football League (penyelenggara kompetisi ) memberikan beberapa persyaratan agar tim tetap bisa latihan di situasi Covid-19 yang meningkat dengan beberapa aturan,” imbuhnya.

Menurut Sofie Imam, protokol kesehatan yang diterapkan memang tidak main-main untuk memastikan kompetisi berjalan tetap steril dari Covid-19.

Semua peraturan dan regulasi protokol kesehatan meliputi tempat tinggal pemain, aktivitas pemain, proses latihan sampai hal-hal yang dibutuhkan menjelang pertandingan semuanya diatur secara terpusat.

Selama kompetisi bergulir, kegiatan dibuat seperti model training base camp. Jadi, seluruh kegiatan tim dilakukan terkonsentrasi dalam satu tempat khusus untuk tim saja.

Hal ini mirip dengan skema bubble yang diterapkan di 2021 lalu.

Namun, tim terlebih dahulu wajib mendaftarkan tempat tinggal tim dan tempat latihan ke operator liga untuk dilakukan verifikasi keamanannya terlebih dahulu.

Selain itu, seluruh anggota tim juga wajib tes swab seminggu sekali untuk kemudian hasilnya dikirimkan ke operator liga.

Bagi tim-tim yang daerahnya mengalami lonjakan kasus, diwajibkan mengevakuasi diri ke daerah lain tanpa harus mengintervensi pelaksanaan kompetisi.

“Liga akan tetap berjalan tanggal 24 juli 2021 dalam situasi Covid meningkat. Tim-tim yang di daerah Selangor covid tertinggi terpaksa pindah Home base di daerah lain seperti PJ City, Selangor FC, UITM,” pungkasnya.

Berita Terkait