Liga 1 Jadi ‘Neraka’ untuk Pemain Sekelas Michael Essien, Mohammed Rashid Angkat Bicara

Pemain anyar Bandung, , memberikan komentarnya soal betapa kerasnya untuk para pemain asing.

Liga 1 bisa dibilang menjadi ‘neraka’ bagi para pemain asing yang merumput di Indonesia.

Liga 1 terkenal sangat panas dan keras, yang tak jarang membuat banyak pemain asing mental dan sulit bertahan.

Bahkan, pemain-pemain kelas dunia pun bisa kesulitan untuk mengimbangi kerasnya kompetisi kasta tertinggi di Indonesia itu.

Ambil contoh mantan pemain , dan Carlton Cole, yang tidak terlalu bersinar saat bergabung ke Persib pada 2017 lalu.

Trek rekor sebagai pemain kelas dunia yang banyak merumput bersama klub-klub Eropa ternyata tak bisa membuat Essien dan Cole menjadi bintang lapangan di Indonesia.

Nasib Carlton Cole bahkan lebih buruk ketimbang Essien karena hanya mendapatkan lima kesempatan tampil di Liga 1 2017 tanpa bisa mencetak gol ataupun assist.

Selain mereka, masih banyak pemain asing lain yang sulit bertahan lama di kancah sepakbola nasional.

Menanggapi hal tersebut, rekrutan teranyar Persib Bandung, Mohammed Rashid, mengaku sudah paham pada atmosfer .

Sebelum bergabung ke Persib, Rashid banyak mencari tahu informasi tentang sepakbola nasional dari para pemain asing yang pernah berkarier di sini.

Hal itu dilakukannya mengingat Maung Bandung menjadi klub Indonesia pertama yang merekrutnya.

“Sejujurnya ketika saya bertanya pada orang-orang yang sudah bermain di sini tentang liga, kata pertama yang mereka katakan pada saya tentang liga di sini adalah semua mengandalkan fisik,” ujar Mohammed Rashid dalam wawancara via akun Youtube resmi Persib.

Berbekal pengetahuan itu, pemain Palestina itu bisa menyimpulkan jika Liga 1 adalah liga yang panas dan keras.

Meski begitu, Rashid sama sekali tidak merasa gentar.

Gelandang 26 tahun itu justru menilai kerasnya kompetisi bisa berdampak baik untuk meningkatkan kualitas liga itu sendiri.

“Pada dasarnya ini di antara tim dan saya melihat ini sebagai sesuatu yang sangat baik,” ucapnya.

“Saya berharap saya bisa bermain di sana dengan level yang lebih tinggi, maksud saya, ini sepak bola dan pada akhirnya di sepak bola semua orang ingin memberikan yang terbaik di lapangan, jadi saya pikir kompetisi akan kembali lebih baik daripada yang lalu,” katanya.

Berita Terkait