Dokter Tirta: Sinetron Boleh Jalan, Seharusnya Sepakbola Juga

Salah satu sosok kontroversial dunia kesehatan di Indonesia, dokter Tirta Mandira Hudhi, menyarankan agar kompetisi Liga 1 dan 2 diizinkan bergulir, meski di tengah pandemi virus Corona yang melanda tanah air.

Kompetisi sepakbola menjadi tanda tanya setelah pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat hingga 20 Juli, sehingga menunda kick-off Liga 1 2021/22 menjadi 20 Agustus.

Belakangan beredar kabar kebijakan itu akan diperpanjang menjadi enam pekan. Bila pemerintah menerapkan kebijakan tersebut, penundaan kompetisi bakal makin panjang. Kick-off Liga 1 kemungkinan dilakukan pada awal September.

Dokter Tirta mengatakan, sepakbola menjadi hiburan bagi masyarakat yang sedang dihantam dengan berbagai berita tentang COVID-19. Dokter Tirta mencontohkan sinetron dan kegiatan di televisi yang tetap berjalan.

“Di kala kaya begini, cuma berharap Liga 1 dan Liga 2 bisa berlangsung Agustus agar ada hiburan. Enggak apa-apa dah tanpa penonton, tapi live streaming. Karena banyak warga sudah mumet tontonannya isinya berita sedih terus,” tulis dokter Tirta melalui akun Instagram pribadinya.

“Yang penting toh pemain dan official juga bersedia di-swab? Pemain juga sudah pada vaksin. [Itu] Sudah saya konfirmasi ke beberapa official panitia Liga 1 [dan] Liga 2.”

“Soal suporter, edukasi tinggal dilakukan oleh PSSI dan klub agar suporter tidak ramai-ramai, sehingga menghambat pelaksanaan Liga 1. Kalau melanggar, diberi sanksi agar disiplin.”

“Coba deh Liga 1 jalan, walau tanpa penonton pun, setidaknya ada tontonan di TV. Yakin deh pasti banyak yang semangat nontonnya. Semoga dipertimbangkan Divisi Humas Polri. Jika sinetron dan acara TV boleh jalan, ada baiknya sepakbola juga boleh jalan.”

Sedangkan melalui laman resmi PT Liga Indonesia Baru (LIB), dokter Tirta menyatakan, masyarakat membutuhkan hiburan, karena bisa berfungsi sebagai imun agar tubuh tetap sehat.

“Saat ini psikis masyarakat itu terganggu, tidak dalam situasi yang ideal, karena beragam berita tentang pandemi COVID-19 yang berlebihan. Masyarakat butuh hiburan. Hiburan itu bisa menjadi imun agar tubuh sehat. Siaran pertandingan sepakbola itu adalah hiburan,” urai dokter Tirta.