Tiru Konsep Santiago Bernabeu, Markas Persija Jakarta Masuki Pembangunan Atap Terbesar di Dunia

Persija Jakarta tak sabar menjajal markas barunya Jakarta International Stadium (JIS) yang sedang dalam proses pembangunan.

Persija Jakarta selangkah lagi bakal memiliki stadion sendiri untuk mengarungi kompetisi Liga Indonesia.

Presiden Persija, Mohamad Prapanca, berharap sepak bola Jakarta semakin maju dan berkembang seiring keberadaan Jakarta Internasional Stadium (JIS).

Di samping itu, Persija juga diharapkan bisa menjadi barometer sepak bola Indonesia.

“Semoga keberadaan stadion ini dapat membuat sepak bola Jakarta semakin maju dan berkembang,” kata Prapanca dikutip dari laman resmi klub.

“Persija dan Jakarta harus menjadi barometer sepak bola di Indonesia,” tambahnya.

Saat ini proses pembangunan JIS sudah memasuki tahun kedua semenjak dimulai pada 2019 lalu.

Pembangunan JIS sudah memasuki fase pemasangan rangka atap baja yang memiliki berat sekitar 3.900 ton.

Nantinya atap JIS bisa dibuka-tutup layaknya stadion milik Real Madrid, Santiago Bernabeu.

Manajemen Persija menanti-nanti saat tim bisa menginjakkan kaki di rumput JIS.

“Setelah sekian lama stadion ini hanya sebatas angan-angan, akhirnya kota Jakarta kini akan memiliki stadion bertaraf internasional.”

“Kami semua tidak sabar menjajal JIS dengan segala fasilitas yang ada,” tutur Prapanca.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah DKI Jakarta dan segenap pihak yang membantu terwujudnya stadion megah dan modern ini.

Menurutnya, JIS tidak akan mampu terealisasi tanpa adanya kolaborasi dari berbagai pihak.

“Untuk mengembangkan sebuah klub sepak bola memerlukan dukungan banyak sekali pihak, seperti perusahaan dan supoter kami, The Jakmania, yang militan,”

“Lalu kerja sama dengan pemerintah daerah DKI Jakarta, dalam hal sinkronisasi program dan dukungan. Karena sampai kapan pun, Persija adalah representasi kota Jakarta,” pungkasnya.

JIS akan tercatat sebagai stadion pertama di Indonesia yang bisa digunakan dalam berbagai cuaca.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengklaim proses pengangkatan atap JIS menjadi yang terberat di dunia.

“Ini adalah yang terbesar dan terberat yang pernah dilakukan.”

“Bukan hanya di Indonesia tetapi juga di dunia, 3.900 ton itu kira-kira sama dengan mengangkat 2.430 mobil Kijang Innova bersamaan,” tutur Anies.

Gubernur dan wakil gubernur terpilih, Anies Baswedan (kiri) dan Sandiaga Uno, ketika menyaksikan sec

Gubernur dan wakil gubernur terpilih, Anies Baswedan (kiri) dan Sandiaga Uno, ketika menyaksikan sec

Anies menilai, pengangkatan atap yang akan dilakukan setinggi 70 meter itu merupakan proses engineering yang kompleks.

Tak mengherankan jika dalam proses heavy lifting ini melibatkan 800 hingga 1.000 pekerja konstruksi.

Metode yang digunakan untuk heavy lifting process ini adalah hydraulic jack dengan 16 titik pengangkatan.

Jika tuntas terbangun, Anies memastikan Stadion JIS akan menjadi kebanggaan warga DKI Jakarta, karena memiliki atap yang bisa dibuka tutup.

“Jadi ini sebuah terobosan yang pertama di Indonesia di mana ada stadion dengan atap yang bisa di buka tutup.”

“Jadi nantinya stadion ini bisa digunakan di segala cuaca bisa digunakan sepanjang waktu, sepanjang tahun, tanpa terganggu cuaca dan jam operasi,” pungkasnya.