Potensi Perpanjangan PPKM Darurat dan Pengaruhnya ke Liga 1

PT Baru () menanggapi isu perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Diharapkan hal itu tak memengaruhi rencana kickoff pada akhir Agustus.

PPKM Darurat, yang awalnya bakal berakhir 20 Juli mendatang, kini berpotensi diperpanjang selama enam pekan. Melihat situasi sebelumnya, kompetisi Liga 1 dan sudah terkena dampak penerapan PPKM Darurat yang berlaku sejak 3 Juli lalu.

Jika perpanjangan benar terjadi, nasib Liga 1 yang sudah ditunda ke akhir Agustus pun kembali terancam. Menanggapi hal ini berharap sepakbola bola tak terkena dampaknya lagi.

“Kami butuh dukungan juga dari semua pihak soal menjalankan kompetisi. Ini kan PPKM diberlakukan sampai tanggal 20 (Juli), saya yakin komunikasi dengan pemerintah berjalan terus. Dan pasti akan membuat keputusan yang jelas,” kata Direktur Utama PT LIB kepada detikSport.

“Misalnya kalau ditunda lagi harus ada ketentuan yang jelas untuk menggaji pemain berapa persen dan lain-lain. Tapi itu kan keputusan ada di PSSI. LIB berharap (PPKM Darurat) nggak diperpanjang. Saya lagi sakit begini saja mau ada liga, biar kita cepet sehat. Kalau diam (tanpa hiburan) di rumah terus malah nggak sehat-sehat,” ujar Lukita yang baru saja melewati masa-masa kritis karena terpapar COVID-19.

Besar kemungkinan PPKM Darurat akan diperpanjang jika melihat penambahan kasus per hari COVID-19 di Indonesia. Hari ini, Selasa (13/7/2021), bahkan menembus angka 47 ribu lebih penambahan kasus positif COVID-19. Catatan itu menjadi kasus penambahan perhari tertinggi di dunia.

Penerapan protokol kesehatan ketat sebagaimana dijalankan di Piala 2021 akan kembali sia-sia di mata pemerintah. Sepakbola berpotensi bakal vakum lagi sebagaimana terjadi pada musim 2020.

“Kalau yang sekarang kita harus maklum sedikit dengan kondisi pandemi yang sedang dahsyat sekali. Contohnya teman-teman dekat kita yang tadinya cuma 1-2 orang, sekarang puluhan. Paling tidak kita di awal ini berempati dulu lah,” tutur Lukita soal penundaan Liga 1 yang terhalang situasi COVID-19.

“Biar yang lagi kesulitan di rumah sakit, nggak dapat oksigen, terlambat ditangani lalu meninggal, kita harus empati dulu. Tapi tak boleh terlalu lama (ditunda) juga, kita mau ikut menurunkan pandemi dengan menjalankan liga,” ucapnya.

Berita Terkait