Persik Gelar Latihan Tertutup Selama PPKM Darurat

Sejak pemberlakuan PPKM Darurat, Kediri tetap beraktivitas normal. Mereka menggelar latihan tertutup di Stadion Brawijaya Kota Kediri. Bahkan para awak media pun tak diperkenankan meliput latihan dkk.

“Kami mohon maaf kepada teman-teman media atas kebijakan manajemen ini. Latihan tertutup ini kami lakukan demi kelancaran dan kenyamanan semua pihak,” kata Anwar Basalamah, Media Officer Persik.

Basalamah juga belum berani memastikan latihan tertutup ini diberlakukan Persik.

“Situasi tak bisa diprediksi. Jadi semua juga tak bisa dipastikan kapan kami membuka diri untuk media. Kami mohon teman-teman media bisa mengerti kondisi ini,” ujarnya.

Kendati begitu, lanjut Basalamah, media tetap bisa mengikuti perkembangan Persik.

“Kami tetap melayani media yang ingin memberitakan Persik. Biasanya mereka menelepon saya atau langsung ke pelatih jika itu menyangkut soal teknis,” tuturnya.

Basalamah mengungkapkan program saat ini telah memasuki taktikal.

“Kita masuk taktikal. Coach Joko Susilo sedang mamatangkan pola permainan yang akan dipakai di nanti,” jelasnya.

Meski kompetisi diundur hingga Agustus, jelas Basalamah, Persik Kediri mau bisa berpangku tangan.

“Pelatih tetap menyiapkan tim agar siap saat Liga 1 nanti dimulai. Saya kira tim-tim lain juga demikian. Ini upaya kami agar Persik bisa bersaing di kompetisi mendatang,” ucapnya.

Selain itu, Persik juga punya PR terkait pemain asing. Empat pemain asing yang butuh penanganan khusus karena kondisi mereka jauh dibanding pemain lokal, Joko Susilo menyebut mereka tetap menjalani latihan rutin.

“Ya mau tak mau mereka harus tetap latihan. Karena mereka baru bergabung dan tertinggal jauh, terutama fisiknya. Pelatih fisik yang menangani mereka,” jelasnya.

Berita Terkait