Maman Abdurrahman merasa jadi “minoritas” di Persija

Bek Abdurrahman merasa menjadi pemain “minoritas” di klubnya lantaran saat ini komposisi skuad tim berjuluk Macam Kemayoran itu kebanyakan diisi sosok muda berumur kurang dari 30 tahun.

Maman yang berusia 39 tahun itu menjadi salah satu pemain tertua di Persija, selain (41 tahun), (35 tahun) dan (37 tahun).

“Jadi harus saya yang masuk ke dalam (permainan) mereka (pemain muda) karena saya ibarat minoritas di dalam tim,” ujar Maman dikutip dari laman resmi Persija di Jakarta, Senin.

Meski demikian, kondisi tersebut justru membuat Maman semakin termotivasi untuk memberikan yang terbaik bagi tim. Sebab, selain membantu Persija, Maman juga mesti memberikan contoh bagi para juniornya.

“Sejujurnya, hal itu justru membuat saya terus bersemangat,” tutur Maman.

Maman dan para pemain lainnya saat ini tengah menjalani libur selama Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat diterapkan di wilayah Jawa dan Bali pada 3-20 Juli 2021.

Staf pelatih skuad Macan Kemayoran meminta anak-anak asuhnya untuk rutin menjalankan program latihan yang telah diberikan di kediaman mereka masing-masing.

Meski demikian, belum bisa dipastikan kapan -2022 akan dimulai. Rencananya, akan menggulirkan kembali mulai akhir Agustus 2021 atau sekitar satu bulan setelah PPKM Darurat Jawa-Bali berakhir. (antaranews)

Berita Terkait