Kisah Dua Pemain Persija Jakarta yang Sudah Kenal Sejak SD

dan merupakan dua pemain muda Jakarta.

Ternyata, kedua pemain itu sudah saling mengenal bahkan sejak Sekolah Dasar (SD).

Salman Alfarid cukup kaget ketika melihat Ferarri hadir dalam sesi latihan tim senior pada 2020.

Bahkan, Salman Alfarid sampai bilang bosan bertemu dengan Muhammad Ferarri.

Ucapan yang dilontarkan Salman Alfarid tidak dimasukan ke dalam hati oleh Muhammad Ferarri.

Sebab, setelah itu kedua pemain muda ini langsung berangkulan.

“Saya berpikir, kok bisa teman dari kecil dan sekarang bisa satu tim profesional,” kata Salman Alfarid dilansir BolaSport.com dari laman resmi klub.

Salman Alfarid dan Muhammad Ferarri sudah mulai bertemu sejak SD.

Pertemuan itu terjadi sekitar sembilan tahun lalu dalam turnamen sepak bola di Jakarta Selatan.

Muhammad Ferarri kala itu memperkuat Sekolah Sepak Bola (SSB) Jagakarsa.

Sementara Salman Alfarid bermain untuk SSB Jayakarta Ragunan.

Kedua tim yang dibela dua pemain Persija Jakarta itu pun bertemu di laga final.

Setelah turnamen berakhir, Muhammad Ferarri dan Salman Alfarid terpilih memperkuat tim Kecamatan Jagakarsa untuk kompetisi antarprovinsi.

Dari sana interaksi kedua pemain itu kian erat.

Memasuki Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA), kedua pemain itu berbeda sekolah, tetapi masih berteman.

Ketika masih SMA, kedua pemain itu juga terpilih untuk menimba ilmu di Inggris dalam program .

Kedekatan mereka berdua pun semakin terasa.

“Kami masih sering nongkrong saat senggang karena rumah kami memang berdekatan,” ucap Muhammad Ferarri.

Saking dekatnya, Salman Alfarid menganggap ayah dan ibu Muhammad Ferarri sebagai orang tuanya.

Hal yang sama pun terjadi ke Muhammad Ferarri ke orang tua Salman Alfarid.

“Kalau mampir ya tinggal masuk seperti di rumah sendiri,” ucap Salman Alfarid.

Bersahabat selama bertahun-tahun, keduanya pun hafal tabiat masing-masing.

Setiap ledekan dan candaan yang terlontar cukup direspons dengan tawa —seperti komentar Salman saat pertama bertemu di latihan tim utama Persija.

Termasuk tindakan usil yang biasanya menyakitkan hati. Mereka menanggapinya dengan tawa.

“Saat duduk di kursi lipat, Salman pernah menendang salah satu kaki kursi yang mebuat saya terjatuh. Tapi enggak marah, soalnya setelah itu gantian saya yang mengusili Salman,“ kata Ferarri terkekeh.

Keduanya berharap kekompakan ini dapat terus terjalin hingga masa tua dan memberi manfaat bagi tim Persija di lapangan hijau lewat deretan trofi.

“Semoga kekompakan kami dapat membantu meraih prestasi,” ungkap Salman

“Kami ingin sama-sama juara di Persija,” tutup Muhammad Ferarri.

Berita Terkait