Striker Bali United Ilija Spasojevic Beberkan Kondisi Terkini, Berat Badan Turun 11 Kilogram

Striker Ilija Spasojevic tetap fokus berlatih di rumah selama penerapan PPKM Darurat hingga 20 Juli 2021.

Ia fokus berlatih memperkuat fisik dan menjaga kebugaran selama off latihan tim di lapangan.

Latihan mandiri dengan menjalankan program latihan yang diberikan pelatih dijalankan semua pemain.

juga mengatakan berat badannya turun hingga 88 kg dari berat semula 99 kg.

Penyusutan berat badan sebanyak 11 Kg.

Ia menilai kemungkinan karena latihan rutin selama masa PPKM Darurat ini lebih berhubungan dengan fisik.

“Lebih slim tubuh saya mungkin karena latihan di rumah jadi lebih fokus dengan gym untuk fisik saya. Saat ini 88 kg dari sebelumnya 99 kg,” kata Spaso kemarin.

Menurut dia, saat ini semua pemain tetap fokus latihan mandiri sembari mengikuti arahan pemerintah terkait penerapan PPKM Darurat.

“Kita tetep fokus dengan penerapan PPKM darurat , tapi saya juga tetap fokus berlatih di rumah untuk jaga kondisi fisik saya. Semoga semua ini lekas berlalu,” kata Spaso.

Spaso mengaku tak pernah keluar rumah dan fokus menjaga keluarganya.

Ia bersyukur juga dengan situasi saat ini waktu lebih banyak untuk Irina dan Dragan, kedua buah hatinya.

“Sekarang waktu lebih banyak dengan mereka. Tapi sebagai pemain profesional, saya berharap tidak diundur lagi. Kita semua butuh kompetisi kembali bergulir,” katanya.

Berharap Besar Liga 1 Bergulir

Striker Bali United Ilija Spasojevic sangat kecewa setelah mendengar turnamen Piala Walikota Solo dan kompetisi .

Ia mewakili sejumlah pemain di Indonesia sangat berharap kompetisi tetap berjalan dengan prokes ketat.

Karena hal itu berhubungan dengan hidup semua pemain dan keluarga yang mencari makin di sepak bola.

Menurut Spaso, seluruh dunia telah kembali menggelar kompetisi, namun Indonesia masih tertunda.

Menurut Spaso, seluruh pemain sudah lama sekali tidak merasakan bermain bola.

Seluruh dunia sudah kembali bermain bola, hanya di Indonesia yang belum.

“Bahkan ada yang sudah full stadion, oke beda karena Indonesia negara besar, kita mengerti tapi tidak ada penonton prokes di setiap hari saya tes pemain lain tes, tidak ada masalah kan. Tentu saja saya bisa mewakili semua pemain bahwa kami sangat kecewa, ” jelas Spaso Rabu 30 Juni 2021.

Dia menambahkan, selama ini beberapa lokasi seperti mall dan bandara tetap buka seperti biasa dengan penerapan prokes. Mengapa kompetisi tanpa penonton tidak digelar.

“Saya lihat mohon maaf, mall buka, bandara buka, semua buka hanya kita saja yang gak boleh main bola.
Ini bukan pertama kali tapi beberapa kali. Liga cancel, dan turnamen cancel,” katanya.

Spaso menyampaikan kekecewaan yang cukup keras.

Ia belum pernah menyatakan isi hatinya seperti ini.

Bahkan ia mengatakan penundaan kompetisi bisa menyebabkan sejumlah pemain gantung sepatu.

“Jujur saya belum pernah diwawancarai seperti ini. Saya sering bicara pelan-pelan, tapi ini sudah keterlaluan.

Saya tidak tahu sampai kapan seperti ini, latihan tanpa tujuan. Seluruh dunia main bola, dan kita akan ikuti prokes apapun itu. Piala menjadi modal kedepan. Karena sukses digelar dengan prokes ketat, setiap minggu dua kali tes, ” jelasnya.

Kekesalan Spaso diutarakan setelah Piala Walikota Solo dan kompetisi Liga 1 tertunda. (*)

Berita Terkait