Indonesia Selalu Gagal di Kualifikasi Piala AFC U-23, Hanya Nyaris Lolos di Edisi 2016

Rekam jejak di Kualifikasi U-23 sangat tidak baik. Garuda Muda selalu gagal lolos ke putaran final.

Di mulai dalam edisi perdana pada 2013 (masih U-22), Indonesia gagal lolos ke putaran final di Oman. Tergabung di Grup E, Indonesia menempati peringkat ketiga dengan sembilan poin dari tiga kemenangan dan dua kekalahan.

Tiga kemenangan Indonesia didapat dari Timor Leste (2-0), Macau (2-1), dan Singapura (2-0). Dua kekalahan didapat kala bertarung dengan Australia (0-1) dan Jepang (1-5). dkk. pun tak masuk dua besar peringkat tiga terbaik.

Di Kualifikasi 2016, Indonesia tergabung di Grup H bersama Korea Selatan, Timor Leste, dan Brunei Darussalam. Garuda Muda mampu menaklukkan Timor Leste dengan skor 5-0 dan Brunei 2-0. Tapi, Indonesia tak berkutik kala bertemu Korsel, takluk 0-4.

Menghuni peringkat kedua di grup, Adam Alis dkk. sebenarnya berpeluang lolos sebagai pemegang tiket lima runner up terbaik. Tapi, sayangnya mereka gagal dengan hanya menempati posisi keenam.

Padahal, koleksi poinnya sama dengan Iran, , Yaman, dan Uzbekistan yang menghuni poisis 2-5. Indonesia kalah selisih gol, yaitu hanya tiga. Sementara yang lain 5-8 gol.

Berlanjut ke edisi 2018, Indonesia gagal bersaing di Grup H. Tergabung bersama , Thailand, dan Mongolia, tim besutan ini hanya mampu finis di urutan ketiga dengan empat poin. Mereka kandas dari Malaysia 0-3, menang 7-0 atas Mongolia, dan imang 0-0 dengan Thailand. Alhasil, hanya menempati posisi ketiga.

Di 2020, Indonesia kembali kalah bersaing dengan hanya mampu finis di urutan ketiga dengan tiga poin. Tim arahan Indra Sjafi itu takuk dari Thailand 0-4, 0-1 dari Vietnam, dan menang 2-1 atas Brunei Darussalam.

Kini, peluang untuk membuat baru hadir di Kualifikasi Piala AFC U-23 2022. Indonesia bersing di Grup G bersama Australia, China, dan Brunei.

Jika di dua edisi terakhir melawan tim-tim tetangga (Vietnam, Thailand, Malaysia) saja tak mampu bersaing, bagaimana saat ini saat bersua Australia dan China yang notabene di atas kerta satu level di atas Indonesia. Patut dinantikan perjuangan Indonesia U-23 di bawah besutan .

Berita Terkait