Harapan Ketum Jakmania di Hari Suporter Nasional: Kembali ke Tribune

Hari Suporter Nasional ditetapkan sejak 2000 pada 12 Juli dan tahun ini, ada asa besar dari yang diungkapkan ketua umumnya.

Apalagi, suporter telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari hingar bingar sepak .

Ada sebuah kiasan bahwa suporter adalah pemain ke-12 dari sebuah tim.

Dukungan maksimal suporter dari tribune penonton kerap kali melecut para pemain tampil menggila di dalam lapangan.

Namun hampir satu setengah tahun terakhir, suara suporter seakan “dibungkam” akibat pandemi Covid-19 yang merajalela di seluruh dunia.

Kompetisi sepak bola nasional juga lumpuh, suporter diminta untuk menahan diri menyaksikan tim kesayangan berlaga dan hanya bisa mendukung dari rumah.

Tribune penonton kembali dibuka, suporter bisa menyanyikan yel-yel tim kesayangan lagi dengan bebas tanpa takut adanya penyebaran virus.

Semua itu menjadi harapan besar dari para suporter di Hari Suporter Nasional.

Salah satunya dari Ketua Umum The . Harapannya tak muluk-muluk.

Sepak bola kembali berdenyut meskipun harus berdampingan dengan virus corona sampai kapan.

“Yang pasti dan yang paling utama, harapan kami dari suporter, pandemi cepat berlalu,” kata Diky Soemarno kepada Skor.id.

“Sepak bola Indonesia kembali jalan lagi dan suporter bisa kembali ke tribune untuk menonton di stadion lagi.”

Untuk mencapai ke titik tersebut, Diky tak bosan untuk mengajak para suporter di seluruh Indonesia ikut dalam mengakhiri pandemi.

Caranya, dengan selalu menaati protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah.

Hari Suporter Nasional yang ditetapkan setiap 12 Juli, berawal dari forum pertemuan para perwakilan suporter yang diinisiasi Tabloid Bola pada 2000.

Pencetus ide Hari Suporter Nasional ini adalah Bambang , penulis buku humor yang kini tinggal di Wonogiri, Jawa Tengah.

Dalam sejumlah catatan, baik di media cetak maupun blog, disebutkan bahwa Bambang mengutarakan usulan hari suporter secara spontan.

Awalnya, penulis buku Komedikus Erektus ini mengajukan nama Hari Suporter Berbuat Baik. Namun, yang akhirnya disepakati adalah Hari Suporter Nasional.

“Saya mengusulkan hari itu sebagai Hari Persahabatan Antar Suporter Indonesia atau Hari Suporter Berbuat Baik,” ucap Bambang pada 11 Agustus 2000.

“Tetapi, mereka (suporter lain) ingin yang lebih luas atau nasional, sehingga disebut sebagai Hari Suporter Nasional” kata Bambang, sebagaimana dimuat Solo Pos.

Berita Terkait