Persib Berharap Bisa Kembali Menggelar Latihan Tim pada Akhir Juli

mulai menyusun kembali rencana persiapan menghadapi . Maung Bandung tengah menghentikan sementara sesi latihan kolektif karena penerapan PPKM Darurat Jawa-Bali.

Kebijakan itu diterapkan demi menekan laju penyebaran Covid-19 yang dalam beberapa pekan terakhir mengalami lonjakan pesat secara eksponensial.

Meski sesi latihan tim ditiadakan, para pemain Persib tetap diwajibkan menjalani program latihan mandiri.

Program tersebut pun dipantau ketat oleh tim pelatih. Setiap pemain wajib mengirimkan laporan hasil latihan tersebut.

Pelatih Persib, berharap, Maung Bandung bisa kembali menjalani sesi latihan tim pada akhir Juli setelah PPKM berakhir pada 20 Juli 2021.

“Tentunya, rencana saya adalah untuk bisa kembali menggelar latihan. Ketika PPKM berakhir, kami akan langsung kembali berlatih secara normal di dalam situasi yang juga normal,” kata Alberts kepada wartawan, Sabtu (10/7/2021).

Menurut kabar, PT Baru (), selaku operator kompetisi sepak berencana menggulirkan kompetisi pada akhir Agustus.

Alberts tidak ada masalah dengan rencana tersebut. Terpenting, kompetisi bisa digelar.

Pelatih asal Belanda itu juga meminta agar kepastian jadwal penyelenggaraan Liga 1 2021 segera dirilis.

Selambat-lambatnya jadwal dirilis pada pertengahan Agustus agar para pemain bisa lebih merasa tenang, setelah adanya kepastian tanggal bergulirnya kompetisi.

“Masa PPKM rencananya akan berakhir pada 20 Juli. Dua hingga empat pekan setelah itu, saya berharap liga bisa sesegera mungkin digelar. Jangan sampai hingga pertengahan Agustus karena pemain dan ofisial sudah merasa frustasi,” tegas Alberts.

Alberts mengatakan lonjakan kasus virus corona di seharusnya tidak memengaruhi kegiatan kompetisi sepak bola.

Menurut pelatih 66 tahun itu, kompetisi sejatinya masih ideal untuk digelar meski kasus penyebaran virus corona meningkat.

Pasalnya, seluruh pertandingan di kompetisi digelar tanpa penonton.

Selain itu, protokol kesehatan (prokes) juga pastinya akan diterapkan dalam setiap laga. Sehingga, penyelenggaraan kompetisi tidak akan menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

“Covid masih akan ada, begitu juga masa karantina. Akan tetapi, sepak bola masih bisa digelar karena saya tidak melihat adanya hubungan langsung antara masa PPKM dan sepak bola dalam artian kami bertanding tanpa penonton, dan tetap menerapkan prokes yang ketat,” ungkap Alberts.

Berita Terkait