Liga 2 Diundur sampai September, Ini Langkah yang Akan Ditempuh Persis Solo

Kabar tak sedap datang dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi Liga 1 dan Liga 2. LIB putuskan kembali menunda kickoff dua kompetisi kasta teratas di Tanah Air tersebut. Kemungkinan, roda kompetisi baru diputar Agustus. Tak pelak, kubu Persis Solo harus restart program pembentukan tim dari awal.

Penundaan kompetisi tertuang dalam surat nomor 127/LIB-KOM/VII/2021 yang dikirim Rabu (7/7) malam. Isinya menegaskan bahwa, pelaksanaan Liga 2 menyesuaikan jadwal kompetisi Liga 1. Yakni dua pekan setelah kickoff Liga 1. Menyesuaikan instruksi dari Ketua Satgas Nasional Penanganan Covid-19.

Kubu Persis Solo sudah menerima surat tersebut. Manajemen mengaku pasrah. “Kami hormati keputusan LIB. Karena efek pandemi Covid-19 yang terus meningkat. Ditambah pertimbangan calon-calon tuan rumah yang bakalan ditunjuk,” terang Media Officer Persis Solo Bryan Barcelona kepada Jawa Pos Radar Solo, Kamis (8/7).

Sebagai catatan, Laksar Sambernyawa –julukan Persis Solo– mengajukan Stadion Manahan sebagai calon host babak penyisihan grup Liga 2. Termasuk calon tuan rumah laga pembuka kompetisi. Selain Stadion Manahan, beberapa venue juga didaftarkan. Seperti Stadion Teladan Medan, Stadion Jakabaring Palembang, Stadion Indomilk Arena Tangerang, Stadion Wijaya Kusuma Cilacap, Stadion Tuah Pahoe, Stadion Batakan, dan Stadion Kaharudin Nasution.

Imbas penundaan, praktis jajaran pelatih Persis bakal mengubah program pembentukan tim. “Mau tak mau harus menyesuaikan diri. Padahal kami sudah siap terjun di kompetisi. Apalagi, sekarang kami terkendala lapangan untuk program latihan. Banyak yang tidak bisa digunakan di masa PPKM darurat,” imbuh Bryan.

Sementara itu, Direktur Operasional PT LIB Sudjarno seperti dilansir dari situs resmi PT LIB mengaku, semua pihak harus mengikuti anjuran pemerintah. Mempertimbangkan alasan kemanusiaan pada situasi pandemi Covid-19. “Karena itu, PSSI dan LIB menunda jadwal kompetisi. Termasuk Liga 2,” ungkapnya seraya menambahkan bahwa Liga 2 kemungkinan baru bisa diputar awal September.

Sudjarno menambahkan, LIB terus berkoordinasi dengan semua klub Liga 2. Termasuk dengan Satgas Nasional Penanganan Covid-19. “Kami juga memohon dukungan dari masyarakat. Bahwa kompetisi Liga 2 tetap digelar tanpa penonton. Dan akan menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” paparnya. (nik/fer)

SOLO – Kabar tak sedap datang dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi Liga 1 dan Liga 2. LIB putuskan kembali menunda kickoff dua kompetisi kasta teratas di Tanah Air tersebut. Kemungkinan, roda kompetisi baru diputar Agustus. Tak pelak, kubu Persis Solo harus restart program pembentukan tim dari awal.

Penundaan kompetisi tertuang dalam surat nomor 127/LIB-KOM/VII/2021 yang dikirim Rabu (7/7) malam. Isinya menegaskan bahwa, pelaksanaan Liga 2 menyesuaikan jadwal kompetisi Liga 1. Yakni dua pekan setelah kickoff Liga 1. Menyesuaikan instruksi dari Ketua Satgas Nasional Penanganan Covid-19.

Kubu Persis Solo sudah menerima surat tersebut. Manajemen mengaku pasrah. “Kami hormati keputusan LIB. Karena efek pandemi Covid-19 yang terus meningkat. Ditambah pertimbangan calon-calon tuan rumah yang bakalan ditunjuk,” terang Media Officer Persis Solo Bryan Barcelona kepada Jawa Pos Radar Solo, Kamis (8/7).

Sebagai catatan, Laksar Sambernyawa –julukan Persis Solo– mengajukan Stadion Manahan sebagai calon host babak penyisihan grup Liga 2. Termasuk calon tuan rumah laga pembuka kompetisi. Selain Stadion Manahan, beberapa venue juga didaftarkan. Seperti Stadion Teladan Medan, Stadion Jakabaring Palembang, Stadion Indomilk Arena Tangerang, Stadion Wijaya Kusuma Cilacap, Stadion Tuah Pahoe, Stadion Batakan, dan Stadion Kaharudin Nasution.

Imbas penundaan, praktis jajaran pelatih Persis bakal mengubah program pembentukan tim. “Mau tak mau harus menyesuaikan diri. Padahal kami sudah siap terjun di kompetisi. Apalagi, sekarang kami terkendala lapangan untuk program latihan. Banyak yang tidak bisa digunakan di masa PPKM darurat,” imbuh Bryan.

Sementara itu, Direktur Operasional PT LIB Sudjarno seperti dilansir dari situs resmi PT LIB mengaku, semua pihak harus mengikuti anjuran pemerintah. Mempertimbangkan alasan kemanusiaan pada situasi pandemi Covid-19. “Karena itu, PSSI dan LIB menunda jadwal kompetisi. Termasuk Liga 2,” ungkapnya seraya menambahkan bahwa Liga 2 kemungkinan baru bisa diputar awal September.

Sudjarno menambahkan, LIB terus berkoordinasi dengan semua klub Liga 2. Termasuk dengan Satgas Nasional Penanganan Covid-19. “Kami juga memohon dukungan dari masyarakat. Bahwa kompetisi Liga 2 tetap digelar tanpa penonton. Dan akan menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” paparnya. (nik/fer)