Satu Grup Lagi dengan Brunei Darussalam, Timnas U-23 Indonesia Pernah Hampir Menanggung Malu

Timnas U-23 Indonesia pernah kesulitan mengalahkan Bruner Darussalam dalam Kualifikasi U-23, yakni pada edisi 2020.

Undian grup Kualifikasi di Uzbekistan telah dilakukan di Kuala Lumpur, , pada Jumat (9/7/2021).

Timnas U-23 Indonesia mendapat satu tempat di Grup G, bersama dengan Australia, China, dan Brunei Darussalam.

Dalam edisi-edisi sebelumnya, timnas U-23 Indonesia sudah pernah berada satu grup dengan Australia dan Brunei Darussalam.

Sementara Kualifikasi 2022 akan menjadi kala pertama skuad Garuda Muda bertemu dengan China.

Saat segrup dengan Australia pada Kualifikasi Piala Asia U-23 2013, timnas U-23 Indonesia menderita kekalahan 0-1.

Sementara dalam dua pertemuan dengan Brunei Darussalam pada Kualifikasi Piala Asia U-23 2016 dan 2020, skuad Garuda Muda berhasil menang 2-0 dan 2-1.

Meski berhasil memenangkan dua pertemuan kontra Brunei Darussalam, timnas U-23 Indonesia hampir saja menanggung malu pada Kualifikasi Piala Asia U-23 2020.

Dalam laga yang digelar di Stadion My Dinh, Hanoi, itu, pasukan Indra Sjafri perlu usaha yang sangat keras untuk bisa menang atas Brunei Darussalam.

Gol pertama timnas U-23 Indonesia dicetak oleh pada menit ke-31.

Namun, untuk bisa mencetak gol kedua, timnas U-23 Indonesia butuh waktu selama 47 menit.

Gol kedua skuad Garuda Muda baru tercipta pada menit ke-78 lewat gol Raffi Syarahil.

Kesusahpayahan timnas U-23 Indonesia dalam mencetak gol diperparah dengan hadiah penalti yang diberikan wasit untuk Brunei Darussalam tujuh menit kemudian.

Pemain Brunei, Azim Izamuddin, lantas menunaikan tugasnya dengan baik dan memperkecil ketertinggalan timnya menjadi 1-2.

Tak berhenti sampai di situ, anak didik Indra Sjafri hampir saja menanggung malu setelah wasit kembali menunjuk titik putih di pengujung babak kedua.

Kiper timnas U-23 Indonesia, , juga diganjar kartu kuning kedua sekaligus kartu merah usai melanggar pemain lawan.

Beruntung, sosok kiper dadakan yaitu Dimas Drajad berhasil menyelematkan wajah Indonesia setelah menepis penalti kedua Brunei Darussalam.

Seusai laga, Indra Sjafri yang saat itu menjadi pelatih lantas memberikan pembelaan bagi anak asuhnya.

Menurutnya, permainan bertahan yang ditunjukkan oleh Brunei Darussalam membuat timnas U-23 Indonesia kesulitan.

“Seperti biasa, Brunei bermain deep defending, mundur sampai sepertiga lapangan akhir mereka,” ujarnya saat memberikan keterangan pers pasca laga.

“Kami pun membongkarnya itu kurang sabar, bahkan banyak hal-hal yang sudah kami ketahui, kalau orang main deep defending kami main harus melebar,” kata Indra Sjafri

“Sirkulasi bola cepat dan banyak melepas tendangan dari luar kotak penalti.”

“Nyatanya tadi ada satu tendangan luar kotak penalti jadi gol,” tandasnya.

Kendati sempat kesulitan pada edisi sebelumnya, timnas U-23 Indonesia kali ini sedikit diuntungkan lantaran menjadi tuan rumah Grup G.

Seluruh pertandingan Grup G Kualifikasi Piala Asia U-23 2022 akan digelar di Indonesia pada 26-31 Oktober 2021.

Nantinya, Piala Asia U-23 2022 akan dihelat di Uzbekistan pada 1-19 Juni 2022.

Berita Terkait