Gacor di Timnas Indonesia dan Persija, Bambang Pamungkas Awalnya Bukan Striker

Pesepak bola Persija Jakarta Bambang Pamungkas (kanan) berebut bola dengan pesepak bola Persela Lamongan Wallace Costa (kiri) dalam pertandingan lanjutan Liga 1 Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (20/11/2018). Persija Jakarta mengalahkan Persela Lamongan dengan skor 3-0. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/foc.

Legenda serta Jakarta, , mulanya ternyata bukanlah seorang penyerang.

Bambang memang sangat kental dengan timnas dan .

Baik di timnas Indonesia atau Persija Jakarta, Bambang Pamungkas sempat menjadi andalan.

Bambang Pamungkas pernah jadi tumpuan timnas Indonesia dan Persija Jakarta dalam hal membobol gawang lawan.

Semasa masih menjadi pesepak bola, Bambang pun telah mencatatkan banyak gol untuk timnas Indonesia serta Persija Jakarta.

Bepe, sapaan Bambang Pamungkas, menorehkan 38 gol bersama timnas Indonesia.

Torehan tersebut menempatkan Bambang Pamungkas sebagai pencetak gol terbanyak kedua sepanjang masa di skuad Garuda.

Di Persija Jakarta, Bambang juga menjelma menjadi mesin gol.

Bepe pernah membuat 200 gol untuk Persija.

Capaian tersebut membuat Bambang Pamungkas mencatatkan rekor sebagai pemain dengan gol terbanyak dalam satu klub di Indonesia.

Bambang juga sempat dinobatkan sebagai top scorer musim 1999/2000 bersama Persija dengan membukukan 24 gol.

Selain gacor di timnas Indonesia dan Persija Jakarta, Bambang pun sempat unjuk gigi di .

Bepe sempat menjadi raja gol Piala FA Malaysia berkostum dengan koleksi sembilan gol.

Dengan capaiannya tersebut dapat membuktikan kualitas jempolan Bambang Pamungkas dalam menjadi seorang striker.

Namun siapa sangka, Bambang awalnya bukanlah berposisi penyerang.

Hal tersebut diungkapkan oleh Bepe ketika berbicang dalam channel YouTube VINDES, 24 Mei 2021.

Sosok yang telah pensiun sebagai pesepak bola itu menyebut bahwa mulanya ia berposisi sebagai gelandang.

“Saya dahulu gelandang. Saya dulu berangkat dari gelandang,” kata Bambang Pamungkas seperti dikutip oleh BolaSport.com dari YouTube VINDES.

Bambang Pamungkas berperan sebagai pemain tengah dikarenakan kala itu persaingan ketat di .

Saat itu, Diklat Salatiga berisikan striker-striker berlabel timnas Indonesia.

“Di Diklat Salatiga, saya bermain sebagai gelandang serang. Kenapa? karena di sana (Diklat Salatiga) strikernya adalah penyerang timnas semua,” ucap Bambang Pamungkas.

“Coba bayangkan saja, di Diklat Salatiga penyerang timnasnya itu ada Gendut Doni, Nova Arianto, dan Tugiyo. Jadi, kalau strikernya ada tiga (berlabel) timnas begini, saya sebagai junior tidak mungkin bermain menjadi penyerang. Akhirnya, saya bermain di gelandang serang,” tambah Bepe.

Pada ujungnya, Bambang Pamungkas mendapatkan kesempatan berpindah posisi menjadi striker di Diklat Salatiga.

Kesempatannya tersebut terjadi setelah Gendut Doni, Nova Arianto, serta Tugiyo lulus dari Diklat Salatiga saat itu.

“Tetapi, ketika tiga sosok tersebut (Gendut Doni, Nova Arianto, dan Tugiyo) lulus bareng dari Diklat Salatiga, ya mau tidak mau saya naik (menjadi penyerang),” ucap Bambang Pamungkas.

Berita Terkait