Jacksen F. Tiago Bersyukur Persipura Batal Tampil di Piala AFC 2021

Pelatih malah bersyukur dengan dibatalkannya 2021 Zona ASEAN. Ia menilai timnya tak cukup siap main di pentas Asia.

Andai tak dibatalkan, Jacksen memprediksi timnya mungkin hanya akan menjadi pelengkap turnamen. Tak ada ambisi juga untuk mengejar prestasi di Piala pada musim ini.

Disebut Jacksen, Persipura saat ini sedang dalam kondisi yang kurang baik untuk bertanding di kejuaraan besar. Kepastian batalnya Piala AFC 2021 Zona ASEAN malah menjadi berkah tersendiri buat timnya.

“Saya bersyukur jika melihat persiapan kami, materi pemain tak cukup untuk berprestasi di AFC. Rencana kami, Piala AFC itu akan menjadi ajang menambah pengalaman pemain muda sebelum tampil di Liga 1,” kata Jacksen saat memberikan keterangan kepada wartawan secara virtual, Rabu (7/7/2021).

“Sampai hari ini pemain asing keempat juga belum ada. Pemain muda juga dalam kondisi sedih kehilangan Boci (Boaz Solossa), tetapi itu bagian dari perjalanan. Sampai saat ini dalam latihan, mereka mengerti,” ujarnya menambahkan.

Bicara soal Piala AFC, sebenarnya Persipura punya riwayat bagus di kejuaran level dua antarklub Asia itu. Pada edisi 2014 mereka melaju sampai babak semifinal. 2014 adalah kali terakhir Persipura main di Piala AFC.

Sang juara bertahan Piala AFC 2013, Al-Kuwait, dilibas Mutiara Hitam dengan skor agregat 8-4, pada babak perempat final. Tapi di semifinal malah antiklimaks, Boaz Solossa Cs kalah telak 2-10 dari Al-Qadsia.

Menariknya, Al-Qadsia, adalah runner-up Piala AFC 2013 yang dikalahkan Al-Kuwait di partai final. Jadi, Persipura menang telak atas juara bertahan, tetapi kalah telak dari sang runner-up. Uniknya, Al-Qadsia dan Al-Kuwait sama-sama berasal dari Kuwait.

Jacksen menilai kondisi timnya dengan 2014 sudah jauh berbeda. Apalagi timnya baru saja ditimpa masalah atas tindakan indisipliner yang dilakukan Boaz dan . Kedua pemain senior itu baru-baru ini dicoret dari tim.

“Kondisi Persipura saat ini adalah siklus, bukan Persipura saja. Tetapi juga terjadi level sepakbola dunia. 20 tahun lalu datang ke , Milan, Juventus, MU, merajalela di sepak bola dunia. Sekian tahun kemudian muncul , , ,” tutur Jacksen.

“Itu normal kekuatan tim silih berganti. Mungkin tahun depan . Saat saya belajar di kursus kepelatihan Lisensi A (AFC), mereka bikin timeline tentang siklus sepakbola di piala dunia. Begitu kamu merajalela di sebuah kompetisi, itu akan jadi pelajaran ke klub-klub lain. Sekarang Persipura sedang mengalami persoalan regenerasi,” ucap pelatih asal Brasil itu.

Berita Terkait