Berkaca pada Kelancaran Piala Menpora, Liga 1 2021 Seharusnya Aman Digelar

Pelatih , Rahmad Darmawan, mengaku cukup menyayangkan kompetisi 2021 harus ditunda.

RD panggilan karibnya menilai, Liga 1 semestinya bisa bergulir di tengah pandemi COVID-19.

Sebab, para pelaku sepak bola sudah penerapkan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin.

Mengacu pada turnamen pemain, pelatih, dan ofisial klub rutin melakukan swab test sebelum dan sesudah pertandingan.

Mereka juga dilarang keluar dari tempat penginapan selama turnamen berlangsung.

Liga 1 musim ini pun juga diwacanakan menggunakan konsep yang hampir sama dengan Piala .

Dengan demikian, peluang penularan COVID-19 di lingkungan sepak bola sangat kecil.

Pada pelaksanaan Piala Menpora kemarin bahkan tidak ditemui ada yang terpapar virus corona.

“Sebetulnya efek dari tim sendiri dan juga efek dari digelarnya kompetisi untuk masyarakat, saya rasa sebetulnya gak ada,” kata Rahmad Darmawan dikutip dari TribunJatim.com, Rabu (7/7/2021).

“Malah justru sepak bola membantu memberi hiburan yang sehat kepada mereka yang sedang di rumah,” imbuhnya.

Mantan pelatih Sriwijaya FC ini menjelaskan betapa ketatnya pemberlakuan protokol kesehatan di Piala Menpora kemarin.

Asal semua pihak berkomitmen menjaga prokes, RD yakin kegiatan sepak bola tidak berdampak pada peningkatan kasus COVID-19.

“Aktivitas sepak bola ini aktivitas yang sangat terkontrol, kompetisi sangat dikontrol, kami setiap akan ada pertandingan, harus melakukan swab antigen, atau PCR,” ujar RD.

“Yang masuk stadion kan hanya pemain saja, dan semua dalam kontrol, dalam prokes yang bener-bener ketat, seperti kemarin di Piala Menpora, sebetulnya juga tidak ada masalah,” ujarnya.

Selain memberikan hiburan, mantan pelatih itu menilai, bergulirnya kompetisi bisa mempercepat berputarnya roda ekonomi.

“Terutama bidang pariwisata, karena kami pakai Hotel, lalu juga untuk pemenuhan sisi kebutuhan makanan di kota itu, jadi menggerakkan ekonomi,” kata RD.

Meski begitu, RD tetap menghormati keputusan PSSI dan terkait penundaan kompetisi.

Ia berharap agar para pelaku sepak bola maupun kegiatan olahraga lainnya diperhatikan nasibnya.

Apalagi mereka sudah setahun lebih tidak bisa bekerja sebagaimana mestinya.

Lebih jauh, hal ini bisa berdampak besar bagi perkembangan sepak bola Tanah Air.

semakin jauh tertinggal dari negara-negera lainnya.

Selain itu, berhentinya kompetisi tentu mempengaruhi psikologis pemain.

“Sekarang ini kan kami semacam menghormati, harus juga ada sikap empati, sikap empati itu yang lebih ke depan daripada dampak dari pertandingan bola dilanjutkan itu sebenernya gak signifikan,” kata RD.

“Soal kapan dimulai, sebenarnya kapanpun bisa, gak ada masalah,” ujarnya.

Berita Terkait