Arema FC Keberatan Liga 1 Dimulai Akhir Agustus

Manajemen Arema FC menolak usulan agar /22 digelar pada akhir Agustus. Usulan itu disampaikan sejumlah klub terkait penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat mulai hari ini hingga 20 Juli.

Pemberlakuan PPKM Darurat ini membuat kick-off baru bisa dilakukan selepas 20 Juli. Dalam pertemuan dengan klub dan itu, Baru () telah memberi indikasi kompetisi dimulai antara 23 dan 30 Juli.

Media officer mengungkapkan, penerapan PPKM Darurat membuat klub merasa khawatir mereka tidak bisa menggelar latihan bersama, sehingga mengusulkan agar kick-off dilakukan akhir Agustus.

“Manager meeting yang dilakukan klub-klub dan masih sebatas pada diskusi, belum pada tahap pengambilan keputusan. Namun tadi Arema mengusulkan kompetisi sebaiknya digelar tidak jauh dari tanggal 20 Juli setelah berlakunya masa PPKM [Darurat],” tutur Sudarmaji dilansir laman resmi klub.

“Ada lagi klub yang mengusulkan, seandainya PPKM diakhiri tanggal 20 Juli, dan klub dilarang latihan selama PPKM, maka idealnya kompetisi akan digelar satu bulan setelah PPKM berakhir, yakni pada 20 Agustus.”

Sudarmaji menambahkan, pengunduran selama satu bulan dari masa berakhirnya masa PPKM Darurat akan berpengaruh terhadap banyak hal, termasuk durasi kontrak pemain, sehingga berpotensi melakukan penyesuaian.

“Arema berpendapat, jika kompetisi mundur satu bulan, maka akan bersinggungan dengan kontrak pemain, karena otomatis juga kompetisi akan berakhir mundur satu bulan,” jelas Sudarmaji.

Di lain sisi, Arema masih bisa menerima jika kompetisi dimulai sebelum 20 Agustus. Sudarmaji mengatakan, waktu paling ideal adalah digelar antara 15 dan 18 Agustus.

“Mundurnya mungkin jangan sampai satu bulan, sebab Arema dan klub lain umumnya kontrak [pemain dan pelatih] berakhir Maret 2022. Kami inginnya kompetisi berakhir Maret 2022,” beber Sudarmaji.

“Kalau toh berakhir April, masih bisa ditoleransi satu bulan. Tapi kalau berakhir lebih dari April, mungkin klub-klub akan kesulitan dalam membuat adendum kontrak dengan pemain, terutama pemain asing. Khawatir muncul sengketa pemain.”

Berita Terkait