Timnas Indonesia Waspada Hadapi Cina Taipei

PSSI tidak ingin menganggap Cina Taipei sebagai tim lemah, dan tetap mewaspadai ancaman yang diberikan calon lawan ketika saling bentrok di play-off babak ketiga .

Pertemuan antara dan Cina Taipei di kelompok senior memang tidak terlalu sering. Terakhir kali kedua tim saling bentrok pada 2010. Saat itu, Indonesia tercatat mengalahkan Cina Taipei 2-0 dalam pertandingan persahabatan.

Sedangkan di kelompok junior, Indonesia U-23 menggasak Cina Taipei dengan skor 4-0 di pertandingan Grup A Asian Games 2018. Di tahun yang sama, memetik kemenangan 3-1 pada laga Grup A . Kedua laga itu berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta.

Sekjen PSSI mengutarakan, tetap berusaha semaksimal mungkin untuk mengatasi Cina Taipei demi mendapatkan tiket ke babak ketiga yang menjadi putaran final kualifikasi Piala Asia 2023, sehingga bisa ambil bagian di Tiongkok.

“PSSI akan mempersiapkan tim dengan baik untuk menghadapi laga tersebut. Apalagi Taiwan tim yang harus diwaspadai. Terkait pemilihan pemain tentu menjadi kewenangan pelatih ,” tegas Yunus dikutip laman resmi PSSI.

“PSSI mendukung penuh program latihan Shin Tae-yong demi hasil maksimal di play-off untuk lolos ke babak kualifikasi, dan nantinya dapat meraih tiket ke putaran final Piala Asia 2023.”

Babak play-off menerapkan sistem kandang dan tandang, serta dijadwalkan berlangsung pada 7 September dan 12 Oktober. Pemenang play-off ini selanjutnya akan lolos ke babak ketiga kualifikasi untuk menggenapi jumlah peserta menjadi 24.

Indonesia harus menjalani play-off babak ketiga kualifikasi setelah menjadi salah satu dari empat negara yang menempati posisi juru kunci terburuk di babak kedua 2022. Ajang itu juga sekaligus menjadi babak kedua kualifikasi Piala Asia 2023.

Selain Indonesia dan Cina Taipei, dua negara lainnya yang harus melalui babak play-off adalah Kamboja dan Guam. Kamboja menjadi juru kunci Grup C babak kedua kualifikasi, sedangkan Guam di Grup A.

Berita Terkait