PT LIB Minta Komitmen Klub Disiplin Jalankan Prokes dengan Ketat

Baru () terus mematangkan persiapan bergulirnya 2021-2022 yang bakal berlangsung pada Jumat, 9 Juli mendatang.

Untuk menghadapi kompetisi tersebut, PT LIB bahkan telah kembali melakukan koordinasi dengan terkait jadwal kompetisi.

Direktur Operasional PT LIB, Sudjarno juga mengaku telah menginformasikan semua agenda Liga 1 2021-2022 dari awal pertandingan hingga berakhirnya kompetisi.

Tak hanya terkait , tetapi PT LIB juga telah menyiapkan protokol kesehatan ketat yang menjadi syarat utama bergulirnya kompetisi.

Seperti diketahui, perkembangan Covid-19 di Indonesia khususnya di Pulau Jawa yang akan menjadi sentral pertandingan nanti tengah mengalami peningkatan.

Tentu saja itu bukan hal yang mudah bagi PT LIB yang mengharapkan kompetisi bisa tetap bergulir sesuai jadwal.

Oleh karena itu, PT LIB pun menyiapkan antisipasi agar kompetisi tetap bisa bergulir sesuai jadwal.

Menurutnya antisipasi yang perlu dilakukan yakni melakukan screening sejak awal adalah yang paling penting dan selain itu juga tes PCR menjadi kewajiban.

Sudjarno menilai, bila semua pihak disiplin terkait dengan apa yang disyaratkan oleh Mabes Polri, di mana tidak lebih dari 299 orang dari screening awal yang bisa masuk dalam satu pertandingan, dan semua menjalani swab.

Maka pertandingan akan tetap terlaksana dengan aman seperti saat turnamen 2021 bergulir.

Sudjarno memastikan test PCR akan diterapkan dengan ketat sama halnya dengan gelaran Piala , yang mana sebelum dua haru masuk hotel, pihaknya akan melakukan screening.

Tak hanya itu, tes untuk semua pemain, ofisial, panitia, maupun perangkat pertandingan semua akan menjalani screening.

Bahkan saat hari H pertandingan, paginya semua yang terlibat dalam pertandingan nantinya akan kembali menjalani swab antigen.

Dengan aturan yang akan diterapkan itu, Sudjarno menegaskan bahwa ia meminta semua pihak termasuk klub untuk berkomitmen disiplin menjalani protokol kesehatan (prokes) dengan ketat.

“Untuk karantina tidak ada. Tetapi kami meminta semua pihak punya tanggung jawab dan disiplin menjalankan protokol kesehatan,” ujar Sudjarno kepada BolaSport.com, Selasa (22/6/2022).

Lebih lanjut, ia juga meminta agar klub memiliki aturan untuk para pemain hingga ofisial, sehingga nantinya tak akan merugikan siapapun saat kompetisi telah bergulir.

Apalagi pandemi Covid-19 juga sedang mengalami peningkatan, maka diharapkan semua peserta klub Liga 1 bisa bertanggung jawab bersama.

“Kami minta klub juga memiliki aturan ketat kepada para pemainnya supaya tidak sembarangan ketika berpergian. Mereka harus mengerti situasi pandemi yang masih berlangsung saat ini, hingga turut menjaga prokes di lingkungan mereka,” ucap Sudjarno.

“Seketat apapun diterapkan aturan, makan terpisah, swab PCR, tetapi kalau pemain/pengurus lalai mungkin akan bisa terpapar. Hal tersebut yang tidak kami harapkan terjadi.”

Selain itu, Sudjarno juga meminta agar masing-masing tim medis dalam klub nantinya akan selalu berkordinasi dengan Satgas Covid-19 yang dibentuk PT LIB.

Hal ini dilakukan untuk terus memantau kondisi tim dan juga untuk meminimalisir penyebaran Covid-19.

Sementara itu, terkait aturan apabila dalam pertandingan ada pemain ataupun ofisial yang terpapar Covid-19 maka akan langsung ditindak.

Tetapi apabila banyak yang terpapar untuk saat ini hal itu akan jadi bagian dari regulasi yang sedang dibuat LIB.

Namun, harapannya tidak akan terjadi hal seperti itu, setelah belajar dari pelaksanaan Piala Menpora.

“Piala Menpora jadi rujukan yang bagus untuk diterapkan dalam kompetisi nanti. Regulasinya pun hampir sama, bila banyak pemain yang terpapar covid dalam satu tim, nantinya akan ada sidang yang akan memutuskan apakah pertandingan tetap dilangsungkan atau tidak,” tuturnya.

“Itu bila pemainnya kurang dari 13 orang dari satu tim yang akan bertanding. Mekanisme lebih lanjutnya akan kami bahas dengan klub.”

Berita Terkait