Akhiri Dualisme, Juragan 99 Siap Bertemu Yayasan dan Keluarga Pendiri Arema Indonesia

Presiden FC, Gilang Widya Pramana bersedia untuk bertemu dengan yayasan dan keluarga pendiri untuk mengakhiri dualisme Arema.

Seperti diketahui, sejak tahun 2012, Arema terpecah menjadi Arema () dan Arema Indonesia Premier League ()

Dualisme yang tidak kunjung terselesaikan itu tak lepas dari adanya dualisme kompetisi sepak bola Indonesia. Imbasnya, Arema FC ada di ISL yang sekarang menjadi Liga 1, sementara Arema Indonesia yang sempat bermain di IPL terdampar di Liga 3.

Langkah penyelesaian yang ditawarkan Gilang adalah dengan penggabungan dua aktivitas pengelolaan sepakbola itu menjadi satu, yakni dengan cara membeli Arema Indonesia.

“Kami sangat membuka diri dan mengajak bersama agar Arema Indonesia menjadi kesatuan besar klub yang dibanggakan . Ini itikad baik dan jalan kami yang terasa paling tepat untuk menyatukan Arema dengan cara menjadi satu pengelolaan,” ujarnya.

Dengan langkah tersebut menurutnya akan lebih mudah pula pihaknya untuk berkoordinasi dengan banyak pihak yang menjadi stakeholder Arema FC.

Arema Indonesia disebutnya adalah bagian penting sebagai klub yang akan mencetak para pemain muda Arema. Apalagi sekarang, Arema FC juga membina usia dini dan remaja yang juga mengikuti kompetisi resmi U-16, U-18, dan U-20.

“Kompetisi Liga 3 menjadi area menambah jam terbang bagi pemain-pemain muda dalam meniti karier di sepak bola. Apalagi ada momentum akan mendekati kompetisi Liga 3 yang segera digelar,” tuturnya.

Gilang mengaku inisiatif ini murni datang dari dirinya sebagai Aremania. Terlebih para Aremania di luar sana yang sangat mengharap ada langkah konkrit yang dilakukan karena dualisme tak kunjung usai.

“Saya gabung di sini berangkat dari seorang Aremania dan bukan figur yang selama ini terlibat dalam dualisme. Ini murni untuk menjalani amanah dari Aremania,” terang Gilang.

Arema Indonesia Not For Sale

Niat baik dari Gilang direspons negatif oleh kubu Arema Indonesia. Sejak beberapa hari lalu, di media sosial bermunculan poster berbunyi ‘Arema Indonesia not for sale’.

Artinya, klub itu tidak dijual. Istri Lucky A. Zaenal, pendiri Arema, Novi Zaenal juga memasang poster itu memasangnya di story instagramnya. Saat ini Novi berada di balik pengelolaan Arema Indonesia.

Ada juga Aremania pendukung Arema Indonesia yang menganggap semua persoalan tidak bisa diselesaikan dengan uang.

Mereka lebih terhormat mempertahankan Arema Indonesia sebagai jalan mempertahankan sejarah klub. Sebenarnya hal ini sudah bisa ditebak. Pihak manajemen dan fans Arema Indonesia tak tergiur dengan dana. Sekalipun finansial mereka kembang kempis menjaga eksistensi tim ini.

Mengusung Cara Kekelurgaan

Gilang, yang mempunyai julukan Juragan 99 ini, menambahkan bahwa jalan menuntaskan dualisme ini akan ditempuh dengan cara bermartabat dan menjunjung tinggi prinsip kekeluargaan.

“Tentu kami selalu bersedia menyelesaikannya dengan cara yang bermartabat dan menjunjung tinggi prinsip kekeluargaan. Kami sangat membuka diri diskusi bersama pihak Yayasan Arema termasuk keluarga besar pendiri,” ujar Gilang.

“Duduk bareng, satukan visi misi semua demi satu Arema. Mohon suport dan doanya dari semua pihak. Saya ingin terus memberikan update dan terbuka dalam menyelesaikan dualisme,” jelasnya.

Berita Terkait