Menanti Kiprah 4 Pemain Asing Persebaya, Muda dan Tak Pengalaman Liga 1

Persebaya Surabaya kembali membuat kejutan dalam bursa transfer musim ini.

Jika musim sebelumnya mereka mendatangkan pemain mewah dengan kualitas “wah”, musim ini Persebaya tampil beda dengan mendatangkan asing yang berusia muda dan tanpa pengalaman di Liga 1.

Hal itu menjadi perjudian besar bagi Persebaya sebab lumrahnya klub merekrut pemain berusia matang dan sarat pengalaman.

Terlebih lagi, pemain lokal Persebaya saat ini juga didominasi pemain-pemain muda.

Meskipun demikian, pelatih Aji Santoso memiliki pertimbangannya sendiri.

“Yang jelas pemain asing di bawah 30, Bruno itu kelahiran 1999, dia usia 22 tahun,” kata Aji Santoso.

“Artinya ketika usia-usia ini mereka dalam kondisi puncak, itulah salah satu pertimbangan saya. Kalau umpamanya dia bermain dengan bagus akan lebih enak, kami tidak perlu mencari pemain lagi, tinggal meneruskan,” katanya.

Keberanian Persebaya ini menciptakan penasaran yang besar, menantikan bagaimana cara Aji Santoso mengolah tenaga-tenaga muda tersebut menjadi sebuah kekuatan yang bisa bersaing di papan atas Liga 1 2021.

Di sisi lain, bukan hal yang mengherankan mengingat mantan pelatih timnas U23 Indonesia tersebut sangat gemar dengan pemain-pemain berusia produktif.

Namun, yang pasti, pemain-pemain yang didatangkan Persebaya memiliki karakter dan rekam jejak yang cukup menarik.

Rekrutan pertama ialah Taisei Marukawa, seorang gelandang serang yang mempunyai kemampuan memanfaatkan lebar lapangan. Karakter bermainnya mirip dengan Irfan Jaya, cepat, lincah dengan agility di atas rata-rata.

Taisei Marukawa diproyeksi bakal diplot sebagai perusak pertahanan lawan. Unggul dari segi kecepatan membuat pemain 24 tahun tersebut mudah melakukan akselerasi yang bakal membuat pertahanan lawan kocar-kacir.

Selain itu, mantan pemain Sanglea Athletic tersebut juga andal dalam melakukan penetrasi ke dalam jantung pertahanan lawan, membuatnya diprediksi sebagai kunci utama permainan Persebaya musim ini.

Rekurtan kedua adalah Jose Wilkson, yang diplot sebagai pengganti mesin pencetak gol sebelumnya David da Silva.

Kesan pertama yang mencolok dari penyerang 29 tahun tersebut adalah tinggi badannya yang mencapai 190 cm dengan postur tubuh yang tegap.

Hal itu menjadikannya sosok target man alami yang punya penguasaan bola kuat dan unggul dalam duel-duel udara.

Selain itu, kehadirannya menjaga tradisi penyerang jangkung di Persebaya.

Sebelum ada David da Silva, Persebaya dulu juga sering mengandalkan penyerang jangkung Rishadi Fauzi di Liga 2.

Sosok jangkung di depan gawang memang memberikan keuntungan. Keberadaan penyerang ini membuat opsi untuk mencetak gol menjadi lebih beragam.

Selain kuat dalam sundulan dan finishing, penyerang bertipe target man juga bisa dijadikan tipe pemantul yang menarik perhatian pemain belakang lawan dan mengirimkan bola pantul untuk diselesaikan pemain lainnya.

Nilai plusnya lagi Jose Wilkson ternyata pernah bermain bersama Taisei Marukawa saat berseragam Sanglea Athletic. Pengalaman bermain dan chemistry keduanya bisa menciptakan kombinasi serangan yang mematikan.

Rekrutan ketiga Alie Sesay tidak kalah mencuri perhatian. Berposisi alami sebagai bek tengah pemain 26 tahun tersebut bakal menjadi garda utama pertahanan Bajul Ijo.

Alie Sesay adalah pemain timnas Sierra Leone yang menapaki kariernya dari Leicester City U18. Dia tercatat pernah dua musim menjadi andalan lini belakang Leicester City U23 yang tampil di Premier League U23.

Dia bersaing pemain macam Adnan Januzaj, Alex Iwobi, Hector Bellerin, Andreas Christensen, dan bintang-bintang Premier League lainnya.

Potensi yang dia tunjukkan membuat Leicester City mematangkannya dengan jalan meminjamkannya ke klub klub-klub kasta bawah Liga Inggris. Sayangnya, dia tidak pernah mendapatkan kesempatan tampil di tim utama.

Walaupun demikian, ekosistem sepak bola Inggris yang terkenal mengandalkan fisik menempa Alie menjadi sosok bek yang tangguh.

Terbukti, selepas meninggalkan Inggris dia sering menjadi pilihan utama di tim-tim yang dia bela.

Dengan pengalaman tersebut, Alie Sesay dirasa bakal menjadi benteng tangguh yang sulit ditembus di Liga 1 2021 nanti.

Terakhir ada Bruno Moreira Sorares, pemain energik asal Brasil yang berusia sangat muda, 22 tahun.

Menariknya Bruno Moreira ternyata punya karakter bermain yang sama dengan Taisei Marukawa, yakni gelandang serang dengan kemampuan eksplorasi lebar lapangan.

Kesan pertama dari Bruno Moreira adalah usianya yang masih sangat muda.

Dia sudah berhasil memenuhi standar untuk keluar dari negara asalnya, Brasil. Menandakan pemain kelahiran Cajamar 8 April 1999 tersebut punya kemampuan di atas rata-rata.

Hebatnya lagi, Persebaya bukanlah tim luar negeri pertama bagi Bruno Moreira.

Sebelumnya, pemain jebolan Santos U20 tersebut sudah pernah bermain bersama Envigado di Liga kasta tertinggi Bolivia, Ansan Greener, dan Chungnam Asan, tim kasta kedua Liga Korea.

Bakal menarik menantikan rencana yang dipersiapkan oleh Aji Santoso terhadap Bruno Moreira.