Shin Tae-Yong Mulai Bentuk Tim Piala Dunia U-20

Pelatih Shin Tae-yong mulai membentuk timnas Indonesia U-18 yang diproyeksikan tampil di Piala Dunia U-20 2023. Program ini dimulai dengan menggelar pemusatan latihan (TC) pada akhir Juni.

Di turnamen dua tahunan itu, Indonesia akan bertindak sebagai tuan rumah. Seharusnya, status yang sama juga diperoleh Indonesia untuk penyelenggaraan tahun ini. Namun FIFA terpaksa membatalkannya akibat pandemi virus Corona.

Kendati demikian, FIFA tidak menghapus hak Indonesia sebagai tuan rumah, sehingga memberikan status itu untuk penyelenggaraan 2023. PSSI telah memasang target Garuda Muda melewati fase grup.

Sekjen PSSI Yunus Nusi mengatakan, Tae-yong telah memberikan program untuk membentuk timnas U-18 demi mewujudkan target tersebut. Ratusan pemain nantinya akan dipanggil mengikuti TC.

“Setelah menerima update road map dari pelatih Shin Tae-yong yang menginginkan TC timnas U-18 dimulai akhir bulan ini, PSSI akan menyiapkan teknis pelaksanaan, seperti hotel, tempat latihan, dan pemanggilan pemain,” kata Yunus dikutip laman PSSI.

“TC Timnas U-18 direncanakan hingga 15 Juli mendatang, dan diikuti sebanyak 144 pemain. TC ini juga ada sistem promosi dan degradasi untuk pemain. Kami ingin membentuk tim yang solid agar bisa bersaing di Piala Dunia U-20 2023 mendatang. Karena itu, persiapan dimulai dari bulan ini.”

Selain membentuk timnas U-18, PSSI juga melakukan seleksi untuk timnas U-16. Seleksi ini sudah dilakukan sejak dua bulan lalu sebagai persiapan mengikuti Piala AFF U-15 dan Piala AFC U-16 2022.

TC tahap kedua yang diikuti 40 pemain telah rampung digelar pada akhir pekan kemarin di Jakarta. Program TC tahap kedua itu tidak jauh berbeda dibandingkan sebelumnya. Pelatih Bima Sakti cukup puas dengan perkembangan yang dicapai anak asuhnya.

“Tim pelatih selalu mempersiapkan program latihan yang terstruktur. Hari terakhir seleksi ditutup dengan gim internal sebagai indikator penilaian terakhir,” kata Bima.

“Semua pemain, baik di sesi pertama dan kedua sudah mengikuti seleksi, serta menjalankan instruksi pelatih selama berlangsungnya latihan. Tidak ada jurang antarpemain di kedua sesi.”

“Mereka masing-masing menampilkan peforma terbaik. Terus terang, kami tim pelatih sulit untuk memilih mereka, karena kemampuan mereka merata, meskipun kami sudah mendapatkan kerangkanya.”