Pandemi Belum Terkendali, Liga 1 Dipastikan Tanpa Penonton

Harapan publik sepak bola Tanah Air bisa menyaksikan pertandingan-pertandingan secara langsung 2021 gagal terealisasi. PT Baru memastikan kompetisi kasta elite digelar tanpa menyajikan penonton umum.

“Pertimbangannya, pandemi COVID-19 belum bisa terkendali. Terlalu riskan menggelar pertandingan dengan menghadirkan penonton. Kami tidak mau mengambil risiko,” ucap Direktur Operasional (), , dalam jumpa pers di Jakarta yang digelar Kamis (17/6/2021).

PT LIB bisa memahami kerinduan pencita sepak bola nasional menyaksikan tim-tim kesayangannya bertanding langsung ke stadion, setelah setahun lebih tak ada aktivitas bal-balan di negara kita. Apalagi mereka melihat perhelatan Euro 2020 boleh menghadirkan , walau jumlahnya dibatasi.

“Infrastrukur penanganan medis di Euro sudah sangat canggih. Di sisi lain situasinya agak berbeda di Eropa dengan di Indonesia. Kita harus menyadari saat ini tingkat penyebaran COVID-19 di Indonesia sedang tinggi. PT LIB dan juga memilih bersikap pragmatis, menekan risiko penularan,” terang Sudjarno.

Pada awalnya PT LIB dan PSSI punya optimisme, begitu proses vaksin mulai merata di berbagai kota di Indonesia, maka pertandingan Liga 1 bisa ditonton dengan jumlah suporter yang terbatas.

“Tapi rasanya kalau melihat kondisi terkini, sulit untuk dilakukan. Paling mungkin penonton balik lagi ke stadion musim depan,” ungkap Sudjarno yang mantan Kapolda Lampung pada tahun 2016.

Satu hal krusial yang masih menjadi PR, kursi stadion-stadion di Indonesia belum single seater. “Pengaturannnya agak susah. Setelah menimang-nimang, daripada timbul kesulitan baru diputuskan saja Liga 1 2021 tidak menghadirkan penonton layaknya 2021 lalu,” katanya.

Liga 1 musim ini akan segera digelar dengan rencana kick-off dilakukan pada 10 Juli 2021 dan akan berakhir pada Maret 2022. Sejumlah hal baru akan tersaji dalam kompetisi musim 2021ini, yang pastinya membuat musim ini akan sangat berbeda dengan tiga musim pertama Liga 1.

Dalam tiga edisi pertama Liga 1, yang dimulai pada 2017 hingga 2019, kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia itu digelar dengan format liga dengan sistem home and away, di mana setiap tim memainkan 34 pertandingan menghadapi 17 lawan selama satu musim penuh.

Namun, pada musim ini, setelah terhenti karena pandemi COVID-19 yang belum berakhir hingga saat ini, PSSI dan Baru memutuskan bahwa setiap tim tetap akan memainkan 34 pertandingan tapi dengan sistem series, yang membuat tim-tim peserta akan menjalani 34 pertandingan tersebut di beberapa venue terpusat dengan sistem bubble to bubble.

Artinya 18 tim peserta akan bermain terpusat dalam setiap serinya di sebuah provinsi yang ada di Pulau Jawa. Hal tersebut dilakukan dalam enam seri hingga akhir musim nanti.

Tidak hanya itu saja, tidak ada satu pun tim yang akan bertindak sebagai tim tuan rumah meski stadion yang biasa menjadi markas mereka akan digunakan sebagai venue menggelar kompetisi Liga 1 musim ini. Hal itu untuk menjaga netralitas terhadap semua tim peserta, terutama yang berasal dari luar Jawa.

Berita Terkait