Persebaya dan Bonek Berduka, Pencipta Ikon ‘Wong Mangap’ Berpulang

Kabar duka datang dari Persebaya Surabaya dan Bonek sejagat raya.

Menjelang perayaan hari jadi Persebaya yang ke-74 pada 18 Juni 2021 nanti, pencipta logo Bonek ‘Wong Mangap’, Mochtar Munaji, tutup usia pada hari Senin (14/6/2021) malam.

Ini menjadi kehilangan yang besar karena logo yang diciptakan Mochtar Munaji tidak hanya sekedar jadi warisan, namun juga sebuah identitas yang melekat pada Persebaya Surabaya dan Bonek.

Ucapan belasungkawa dan doa terbaik terus membanjiri media sosial untuk pria yang akrab disapa Mister Mochtar tersebut.

“Innalillahi wa innailaihi rojiun. Persebaya turut berduka atas berpulangnya ilustrator Wong Mangap, bapak Mister Muchtar,” tulis Persebaya dalam akun Instagram @officialpersebaya.

“Insyaallah khsunul khatimah. Karya njenengan akan abadi,” imbuhnya.

Wong Mangap (orang dengan mulut menganga) adalah logo yang menampilkan kepala pria jantan berambut gondrong dengan ikat kepala berwarna hijau bertuliskan ‘Persebaya’.

Mulut pria dalam gambar tersebut menganga dengan sorot mata yang tajam, seakan menggambarkan Bonek yang sedang memberikan dukungan kepada Bajul Ijo saat berlaga.

Logo tersebut jamak ditemui saat Persebaya Surabaya bertanding baik di syal, kaos, bendera raksasa serta pernak-pernik bernuansa Persebaya Surabaya dan Bonek lainnya.

Selain itu logo itu juga mudah ditemui di sudut-sudut Surabaya Raya yang menandakan bahwa logo tersebut sudah menjadi identitas baik di dalam maupun di luar lapangan.

Logo Wong Mangap pertama kali muncul pada era 1980 an di salah satu media cetak ternama di Jawa Timur tempat Mochtar Munaji bekerja.

Tepatnya saat gegap gempita perjuangan Persebaya dalam meraih gelar juara Perserikatan 1986-87.

Kala itu pria yang akrab disapa Mister tersebut diminta atasannya untuk membuat ilustrasi pendukung Persebaya yang heroik.

Sumber inspirasi utama dalam pembuatan logo Wong Mangap adalah ekspresi dari atasan Mochtar yang kala itu ikut tenggelam dalam euforia saat Persebaya mencetak gol.

Dari situ kemudian Mochtar kembangkan dengan mengambil referensi ekspresi patung-patung pahlawan di Kota Surabaya yang menggambarkan heroiknya orang Surabaya.

Berpacu dengan waktu yang tersedia, kemudian pria asal Makassar tersebut melahirkan Wong Mangap versi pertama yang berbentuk sketsa hitam putih dengan tulisan ‘Persebaya ’87’ dibagian ikat kepalanya.

Sejak saat itu Wong Mangap selalu hadir disetiap perjuangan Green Force. Hingga akhirnya menjadi saksi bisu perjuangan Persebaya menjadi juara Perserikatan musim 1987-1988.

Dari situ kemudian Wong Mangap didesain ulang dengan sentuhan modernisasi yang lebih halus dan berwarna.

Wong Mangap yang dikenal saat ini adalah pengembangan sketsa pertama oleh ilustrator bernama Boediono, rekan Mochtar di media cetak tempatnya bekerja. (kompas)