Pindah Ke Liga 2, Nurhidayat Tetap Yakin Bisa Dipanggil Timnas Indonesia

Bek tengah Haji Haris telah diumumkan sebagai pemain baru dari klub Liga 2, AHHA PS Pati. Nurhidayat merupakan mantan pemain Bhayangkara FC, yang telah mundur dari klub kepolisian tersebut dengan niat bermain di luar negeri.

Keputusan dari Nurhidayat untuk bermain di Liga 2 tentu menimbulkan tanda tanya, namun sang pemain pun sangat yakin bahwa ia telah mengambil pilihan terbaik. Ia juga telah mempertimbangkan bagaimana kariernya bersama timnas .

Beberapa waktu lalu, Nurhidayat sendiri dipulangkan dari pemusatan latihan (TC) , di Dubai, . Shin Tae-yong menyatakan kecewa karena eks itu indisipliner, sehingga terlempar dari skuad Merah-Putih.

Nurhidayat mengakui kesalahannya, dan siap untuk berbuat lebih baik supaya bisa kembali ke timnas Indonesia. Pemain yang sempat dikabarkan bakal ke Liga Thailand ini mampu menerima keputusan pelatih, dan tidak menyimpan perasaan kesal.

“Saya sendiri bersikap lapang dada menerima keputusan pelatih. Insyaallah ke depannya akan tidak mengulangi kesalahan itu, dan mencoba lebih baik lagi,” ucapnya. “Insyaallah kalau dipanggil saya akan membuktikan kepada pelatih bahwa saya layak,” imbuhnya.

Bermain di Liga 2 tidak membuat keyakinan Nurhidayat luntur untuk bisa dilirik oleh jajaran pelatih timnas Indonesia. Pemain yang masih berusia 22 tahun ini juga menegaskan bahwa ia tidak masalah dengan Tae-yong, dan siap bekerja sama kembali di timnas.

“Kalau kita memang punya kualitas kenapa tidak?” jawabnya. “Saya selalu siap, karena ini negara, karena ini untuk Indonesia. Jadi tidak masalah,” sambungnya, memastikan tak ada masalah dengan Tae-yong.

AHHA PS Pati merupakan tim yang benar-benar baru, dan lahir setelah berinvestasi dengan klub yang juga masih baru, Pati. Kehadiran Atta ke PSG Pati telah membuat klub tersebut berganti nama untuk kesekian kali, dengan kini menjadi AHHA PS Pati.

Atta menuturkan bahwa dirinya punya alasan kuat menghadirkan sosok Nurhidayat, dan juga , yang keduanya punya gambaran kurang baik di masyarakat karena dicoret oleh timnas Indonesia.

“Sebenarnya, kalau anak muda itu dirangkul, bukan dipukul. Kami ingin buktikan ke Indonesia, bahwa mereka ini masih bisa menjadi andalan,” tegas Atta dikutip laman kantor berita Antara.

“AHHA PS Pati ini ingin mendidik anak-anak muda yang ke depannya semoga bisa menjadi punggawa besarnya timnas Indonesia. [Sekarang] Tinggal kita bagaimana menuntun untuk memotivasi mereka terus untuk benar-benar menjadi pemain bola yang besar karena prestasinya.”

Berita Terkait