5 Perubahan Gaya Arema di Tangan Eduardo Almeida: Mau Juara Liga 1 Nih?

Banyak perubahan di Arema FC sejak kursi pelatih kepala diduduki Eduardo Almeida. Pelatih asal Portugal ini bisa membuat permainan timnya lebih enak ditonton.

Sekalipun saat ini mereka masih belum diperkuat pemain asing. Dalam tiga kali ujicoba yang dilakoni, Arema tampak lebih produktif, 18 gol berhasil dicetak dalam tiga ujicoba. Melawan Malang Selection, Rans Cilegon dan .

Secara kualitas, tiga tim itu memang masih dibawah Arema. Namun demikian, Singo Edan tetap tampil serius sehingga banyak gol yang berhasil dicetak.

Kini, mereka akan menghadapi ujian sesungguhnya di Piala Wali Kota Solo, 20 Juni mendatang. Arema FC langsung bertemu Persib Bandung di , Solo.

Utamakan Organisasi Tim Ketimbang Main Individu

Dari segi permainan, ada perubahan mencolok dari Arema FC. Kini mereka tampil dengan organisasi tim yang lebih rapi. Jauh meningkat dibandingkan ajang Piala Menpora 2021.

Maklum, skuad Arema secara persiapan sekarang juga lebih matang. Sedangkan di Piala Menpora, banyak pemain yang absen lantaran cedera dan gabung dengan Timnas Indonesia.

Ketika Almeida datang, komposisi Arema sudah lengkap dan bisa banyak latihan organisasi permainan. Hanya tidak ada pemain asing dan dua striker yang gabung Timnas Indonesia, M. Rafli dan Kushedya Hari Yudo.

Tapi hal itu tak banyak mempengaruhi kegarangan Singo Edan. Almeida bisa memaksimalkan , , Teguh Amiruddin, Dave Mustaine dikombinasikan dengan para pemain muda.

Dalam sesi uji coba, hampir tak ada pemain yang mengandalkan individu untuk berlama-lama pamer aksi dengan skillnya. Mereka lebih cepat memindahkan bola dari kaki ke kaki.

Ke depan, Almeida ingin lebih mematangkan cara bermainnya itu. Masih ada beberapa kali bola hilang dari penguasaan karena salah umpan.

Sebuah hal yang positif tentunya. Jika mengandalkan skill individu, komposisi pemain Singo Edan saat ini kurang mendukung. Tidak ada pemain selihai Makan Konate atau lainnya di lini tengah.

Tak Bedakan Tim Inti atau Cadangan

Almeida tak ingin membagi dua timnya jadi inti dan cadangan. Baginya, semua pemain punya status setara. Mereka berpeluang tampil sebagai starter ketika memperlihatkan kemampuannya dalam sesi latihan.

Buktinya, pemain yang baru promosi dari Akademi Arema juga bisa tampil dalam ujicoba lawan Rans Cilegon dan PS HW beberapa waktu lalu.

Seperti Tito Hamzah, Bramantio dan lainnya. Mereka tak sekedar jadi pelengkap. Tapi juga punya kontribusi untuk tim. Tito sempat menjebol gawang Rans dalam uji coba di Stadion Kanjuruhan, 6 Juni lalu.

Karena itu, Almeida tak risau dengan kedalaman skuatnya musim ini. Dalam waktu dekat, juga beberapa pemain tambahan akan bergabung.

“Tidak ada pemain inti atau cadangan di tim ini. Bagi saya, semua sama,” jelasnya.

Itu yang membuat persaingan dalam memperebutkan posisi inti di Arema tergolong ketat. Pemain senior sarat pengalaman sekalipun tak bisa santai di latihan. Karena posisinya bisa tergeser pemain muda yang tampil lebih ngotot.

Pemain Lebih Antusias di Latihan

Sejak ditangani Almeida, program latihan Arema sedikit beda. Pemain tak banyak dapat latihan fisik tanpa bola.

Sejak awal mereka langsung dapat program latihan dengan bola di kakiny sehingga feeling ball mereka tetap terjaga. Selain itu, pemain lebih antusias dan enjoy di latihan.Beda dengan program latihan sebelum Almeida datang.

Pemain beberapa kali dapat latihan fisik tanpa bola. Mereka juga sempat latihan di pantai. Program seperti ini membuat pemain lebih lelah. Sebenarnya Almeida sempat dapat masukan agar menggelar latihan fisik di pantai lagi. Namun dia menolaknya. Karena pelatih asal Portugal ini punya program latihan sendiri.

Memaksimalkan Potensi Young Guns Lokal

Sebulan melatih Arema, Almeida memafaatkan pemain lokal yang ada. Ternyata dia mengamati dengan sungguh-sungguh. Sehingga butuh waktu lama baginya untuk mengambil keputusan sektor mana yang butuh tambahan pemain baru. Hal ini jarang dilakukan pelatih sebelumnya.

Bahkan pemain muda dibawah U-21 juga terus diamatinya. Almeida menegaskan tak memandang pemain berdasarkan usia atau kewarganegaraan.

Tapi kemampuan sang pemain di lapangan. Pemain seperti Ricga Febiyan, Wiga Brillian, Tito Hamzah, , Seiya da Costa dan lainnya bisa jadi young guns di .

Dalam tiga ujicoba lawan tim yang levelnya di bawah Arema, deretan pemain muda ini dicoba. Selain memberi pengalaman, itu bisa membuat mereka lebih percaya diri. Sehingga tidak ada rasa canggung lagi ketika melawan tim selevel.

Rekrut Pemain Sesuai Kebutuhan

Di satu sisi, ada sisi positif saat Almeida memutuskan tidak buru-buru mencari pemain baru. Baik lokal maupun asing.

Dia bisa mencari pemain yang betul-betul sesuai dengan kebutuhan tim. Padahal, sebelum manajemen sudah berkomunikasi dengan pemain asing seperti dan Jacsson Antonio.

Tapi dua pemain itu urung didatangkan karena Almeida ingin lebih dulu melihat kemampuan pemain yang ada. Selain mempertimbangkan posisi, dia juga mengamati secara detail kualitas pemain yang akan dikontrak.

Untuk pemain asing, mantan pelatih Semen Padang ini ingin melihat dari rekaman pertandingan yang utuh. Bukan sekadar cuplikan pertandingan dari YouTube sehingga kualitasnya terpantau seutuhnya.

Berita Terkait