Raffi Ahmad Buktikan Platform Digital Bisa Bantu Kembangkan Dunia Sepak Bola Indonesia

Selebritas sekaligus pemilik klub , Raffi Ahmad, menyampaikan gagasannya untuk ikut memajukan dunia sepak bola.

Raffi Ahmad yang kini menjadi salah satu YouTuber paling sukses di Tanah Air itu menyebut bahwa platform digital bisa membantu perkembangan sepak bola.

Hal itu disampaikan Raffi ketika mengikuti agenda Sosialisasi Inpres Nomor 3 Tahun 2019 di Hotel Royal Ambarukmo, Yogyakarta, Sabtu (12/6/2021).

Pada acara yang digelar oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga () itu, hadir pelaku sepak bola dari Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Raffi pun turut berbagi pengalamannya mengelola klub barunya yang akan berkompetisi di Liga 2 musim 2021.

Dari pengalamannya baru-baru ini, kehadiran platform digital diyakini bisa membantu klub-klub Indonesia untuk semakin kuat secara bisnis.

“Sebetulnya, kita butuh kolaborasi antara hal itu. Coba bayangkan saja apabila hal-hal yang konvensional kita gabungkan dengan yang digital, pasti akan semakin kuat,” kata Raffi kepada awak media.

Kondisi semacam ini sebetulnya menjadi tantangan bagi setiap klub, terutama ketika menghadapi efek pandemi Covid-19.

Klub harus berdarah-darah untuk bangkit dari krisis finansial karena kompetisi sepak bola sempat terhenti selama lebih dari setahun.

Menurut Raffi, kehadiran platform digital bisa menjawab hal tersebut. Yang perlu diubah hanyalah perilaku publik dalam mengonsumsi sepak bola.

“Lalu, kemarin kami mencoba untuk memasarkannya lewat digital. Ternyata, orang-orang juga bersedia untuk mengonsumsi meski berbayar. Yang jelas, habit-nya yang harus kita pupuk,” katanya.

Suami Nagita Slavina itu menjelaskan, Cilegon FC sempat menguji platform digital saat beruji coba melawan FC beberapa waktu lalu.

Pertandingan itu pun ditayangkan secara live streaming. Publik bisa mengaksesnya dengan membeli tiket seharga Rp20 ribu.

Hasilnya, ada sekitar 40 ribu penonton yang telah membeli tiket. Dari hasil laga uji coba itu, FC mampu mengantongi pendapatan sebesar Rp800 juta.

Raffi menjelaskan, pendapatan itu baru berasal dari penjualan tiket. Sebab, masih ada pemasukan-pemasukan lain yang berasal dari sponsor.

Menurut dia, konsep pemasaran semacam ini sudah pernah dilakukan klub-klub Liga 1 seperti Persib Bandung dan .

Apabila hal semacam ini terus dikembangkan, maka dunia sepak bola Indonesia bisa menciptakan iklim lebih baik secara bisnis.

“Apalagi jika melihat tim-tim besar seperti Persib Bandung dan Bali United, sekarang mereka sudah mulai uji coba menggunakan platform berbayar,” katanya.

“Kalau hal-hal seperti ini terus dilakukan, maka akan menciptakan iklim yang bagus,” lelaki berusia 34 tahun itu menambahkan.

Pengalaman itulah yang coba dibagikan Raffi ketika menjadi salah satu pembicara dalam agenda Sosialisasi Inpres No.3 Tahun 2019.

Dalam sosialisasi bertajuk “Industri Sepak Bola untuk Indonesia Maju” itu, Raffi menegaskan kembali pentingnya kolaborasi antara dunia sepak bola dengan platform digital.

“Hebatnya sepak bola itu bisa merangkul semuanya, baik itu tradisional, konvensional, maupun digital,” katanya.

“Jadi, itu tadi pengalaman yang saya bagikan sebagai anak baru di dunia sepak bola Indonesia,” ia melanjutkan.

Berita Terkait