PSSI Urus Naturaliasi Ezra Walian Lagi, Terinspirasi FAM-Dion Cools?

PSSI kembali mengurus naturalisasi setelah terbengkalai dua tahun. Menariknya, PSSI bergerak setelah keberhasilan Federasi Sepakbola Malaysia (FAM) menaturalisasi Dion Cools.

Kegagalan Ezra Walian memperkuat terjadi sebelum kualifikasi Piala Asia U-23 2020 pada Maret 2019. Ia dilarang main buat Timnas Indonesia oleh FIFA/ karena pernah memperkuat Belanda di ajang resmi, tepatnya Piala Eropa U-17 2014.

Sejak saat itu, Ezra Walian tak bisa memperkuat Timnas Indonesia di ajang resmi. Penampilan terakhirnya adalah SEA Games 2017 yang notabene bukan ajang di bawah naungan AFC/FIFA.

Ia diduga terjegal oleh statuta FIFA yang melarang pemain yang sudah main di pertandingan kategori ‘A’ pindah memperkuat negara lain. Misalnya pasal 5 dan pasal 8.

Di sisi lain, Dion Cools berhasil dinaturalisasi FAM baru-baru ini, meski pernah memperkuat sejumlah Timnas Belgia berbagai level usia. Dion Cools yang pada musim 2020/21 menghadapi Liverpool di Liga Champions bersama Midtjylland pun ikut dibawa Malaysia ke Dubai dalam ajang .

Entah ada hubungannya atau tidak, keberhasilan FAM membuat PSSI kini mulai bergerak untuk berkomunikasi lagi dengan FIFA terkait Ezra Walian.

“PSSI berusaha semaksimal mungkin untuk Ezra, yang mungkin saja banyak dialami beberapa pemain lainnya baik yang berhubungan dengan Indonesia, maupun negara lainnya. Kami berharap Ezra dan keluarga juga mendukung langkah-langkah PSSI dan terus berkomitmen untuk Timnas Indonesia,” kata Sekjen PSSI Yunus Nusi di laman federasi.

“Kami menerima surat dari FIFA yang ditandatangani oleh Head of Players Status FIFA, Erika Montemor Ferreira, (Jumat, 11 Juni 2021). Kemudian, PSSI langsung merespons kembali melalui surat yang dikirim ke FIFA dan bersyukur FIFA langsung merespon

Cara FAM yang intens berkomunikasi dengan FIFA soal naturalisasi Dion Cools pun seolah menjadi inspirasi PSSI. FAM begitu detail mengurus segala hal dan dokumen yang dibutuhkan.

“FAM telah beberapa kali mengirim surat secara resmi ke Federasi Sepakbola Belgia (RBFA) dan bantuan dari FIFA, RBFA pun telah membalas permintaan FAM dengan memberikan rincian keterlibatan Dion Cools di skuad U-18 – U-19 dari 2014-2015, skuad U-21 Belgia dari 2016-2019, selain itu dia tak pernah memperkuat skuad senior Belgia,” tulis pernyataan resmi FAM pada 1 Juni lalu.

Kini, apa yang dilakukan FAM turut dilakukan PSSI. Organisasi pimpinan kini juga mulai melengkapi berbagai dokumen yang kurang agar Ezra Walian tak terhalang lagi membela Timnas Indonesia.

“Dengan proses ini, PSSI berharap agar Ezra dapat segera bermain lagi bersama Timnas Indonesia. Proses administrasi dan pergantian asosiasi Ezra memang membutuhkan waktu dan tidak mudah. Apalagi dirinya pernah bermain bersama Timnas Belanda di kelompok usia U-15, U-16, dan U-17,” tutur Yunus Nusi.

“PSSI sangat serius melakukan penelusuran berdasarkan aturan terbaru FIFA terkait alih status pemain. Kami memberikan bukti-bukti dokumen pendukung yang dapat memperkuat status Ezra untuk Indonesia. Terakhir kami terima dokumen akte kelahiran bapaknya Ezra,” ucap pria yang baru-baru ini mengundurkan diri sebagai anggota Exco PSSI dan Ketua Asprov PSSI Kaltim itu.

Selain tak bisa memperkuat Timnas Indonesia, Ezra Walian juga mendapat kesulitan lain terkait masalah ini. Karena masih diakui sebagai pemain Belanda, ia pun tak bisa memperkuat PSM Makassar di .

Berita Terkait