Alasan di Balik Leletnya Transfer Pemain Asing Persik Kediri

Persik Kediri mengakui bahwa tahap negosiasi harga menjadi alasan di balik leletnya proses transfer para calon pemain asing sebagai proyeksi untuk kompetisi mendatang.

Media Officer klub, Anwar Bahar Basalamah mengakui atas hal itu. Sehingga, tidak heran bahwa hingga satu bulan jelang kick-off , calon pemain asing tak kunjung datang.

“Ya, (faktor) negosiasi. Tapi kami sudah punya data-data terkait hal itu,” tukas Anwar pasca uji coba Persik Kediri kontra Dewa di Stadion Brawijaya, Rabu (09/06/21).

Kendati demikian, pihaknya menepis kekhawatiran terhadap lepasnya target bidikan. Lantaran menurut Anwar, waktu yang tersisa sebelum dimulainya kompetisi Liga 1 masih cukup.

“Paling lambat, mereka datang sebelum 10 Juli (kick-off Liga 1). Jadi, masih ada waktu untuk bernegosiasi,” sambung jurnalis media cetak di Kediri tersebut.

Alasan itu lah yang membuat tim berjuluk Macan Putih sudah berhitung matang. Dengan kedatangan yang mepet, praktis akan berpengaruh pada masa adaptasi pemain asing mereka.

Padahal, keberadaan pilar asing sudah pasti menjadi proyeksi untuk tim utama. Resiko paling buruk, sang pemain asing baru bisa tune in terhadap skema permainan yang diusung pada pertengahan kompetisi.

“Kami sudah menimbang semua konsekuensinya. Apa pun itu, kami harus siap berlaga di Liga 1,” tandas dia.

Persik seharusnya belajar dari pengalaman pada musim 2020 lalu. Ketika itu, empat pemain asing belum tune in hingga 3 pekan bergulirnya kompetisi, akibat kedatangan yang mepet.

Situasi ini pun tampak relevan dengan hasil yang dipetik. Persik Kediri hanya mengais 2 angka dari hasil imbang 1-1 kontra Surabaya (29/02/20) dan Bhayangkara FC (06/03/20), serta kalah 0-1 menjamu (14/03/20).

Berita Terkait