Bung Kus: Kekalahan Timnas Buntut Keterbatasan Pelatih Pilih Pemain

Pengamat sepakbola, , tak kaget dengan hasil Indonesia saat menghadapi Vietnam dan Uni Emirat Arab. Dia mengungkap kendalanya.

Bung Kus, begitu M. Kusnaeni karib disapa, mengatakan ada sejumlah faktor yang membuat Evan Dimas dkk kalah selain perfoma Timnas yang memang jauh di bawah ekspetasi.

Terutama soal waktu persiapan yang didapatkan oleh pelatih bersama pemain belum cukup. Dia realistis karena pelatih punya keterbatasan memilih pemain.

“Dalam arti dari sisi peningkatan level kebugaran, maupun dari sisi pembentukan kerja sama tim. Sebab, uji cobanya kurang sekali menurut saya. Itu yang membuat perfoma mereka di bawah ekspetasi,” kata Kus kepada detikSport, Sabtu (12/6/2021).

“Yang kedua, saya memang melihat sejak awal bahwa pemilihan pemain ini tujuannya untuk , bukan 2022. Karena itu, materi pemainnya sangat muda, dengan rata-rata usia 20 tahun. Sementara untuk menghadapi tim seperti Vietnam, Uni Emirat Arab itu sangat kelihatan mereka agak kedodoran,” dia menjelaskan.

Berbeda, sebut Kus, ketika melawan Thailand. Timnas bisa mengimbangi karena Thailand juga punya problem yang nyaris sama dengan .

“Thailand ini banyak pemainnya yang tidak bisa bergabung dan kondisi pemain yang kurang lebih sama dengan kita, dari level kebugaran. Makanya, ketika lawan tim yang lebih siap seperti Vietnam dan Uni Emirat Arab, kelihatan kalau Timnas kedodoran,” ujarnya.

“Jadi ada gap kualitas dan pengalaman antara materi yang Indonesia punya dengan materi yang dimiliki Vietnam dan Uni Emirat Arab, jika di dua pertandingan yang ada.”

Tak hanya itu, dua pertandingan terakhir kualifikasi Piala Dunia 2022 juga menunjukkan bahwa materi pemain yang dipilih pelatih juga terlalu muda dan kurang siap baik dari pengalaman, kematangan dalam bertanding, dan kurang ditempa di kompetisi.

“Dan ini jadi problem Timnas Indonesia karena tidak ada kompetisi. Pelatih jadi tak punya ukuran mana pemain bagus, mana pemain yang tidak bagus. Kemarin hanya Piala , itu pun pramusim dan di ujung persiapan kualifikasi. Makanya Shin teriak-teriak terus untuk minta kompetisi digulirkan,” tuturnya.

“Shin memang sempat memanggil beberapa pemain senior beberapa kali, tapi hanya latihan dan pemain senior itu kondisinya sudah menurun juga karena tidak ada kompetisi. Makanya dia tidak percaya diri dengan materi pemain yang dia dapatkan dari beberapa kali TC itu, dan akhirnya kembali memilih pemain yang sudah ia lihat penuh. Dan pemain yang sudah dia lihat penuh itu pemain dari , yang dia bawa ke Eropa beberapa bulan,” kata Bung Kus.

Berat Bersaing di SEA Games 2021

Kus lantas berharap hasil ini bisa menjadi bahan evaluasi dan jajaran kepelatihannya untuk SEA Games 2021. Apalagi target yang dipatok tinggi yaitu medali emas.

“Jika pemain yang sekarang ini berbasis U-19, menurut saya belum terlalu meyakinkan untuk menjadi pilar kekuatan kita ke SEA Games. Karena targetnya kan itu. Masih agak berat untuk bersaing dan Shin harus mencari tambahan yang level usianya lebih dekat ke 23 tahun,” saran Kus.

“Artinya pemain yang umurnya 21 dan 22 tahun, yang mustahil dia dapatkan jika kompetisinya tidak jalan. Itu syaratnya,” dia menegaskan.

Sebab, lanjut Kus, jika hanya berdasarkan latihan atau training camp maka karakter, kemampuan, serta stamina pemain tak akan keluar. Nah, satu-satunya cara dilihat dari kompetisi.

“Apalagi, terasa sekali yang kurang dari kita terutama mental bertanding. Pemain usia muda ini belum terbentuk karena rata-rata mereka belum mencicipi kompetisi. Terbukti, saat sudah kebobolan cenderung down dan gampang kebobolan lagi. Jadi mentalnya kelihatan sekali.

“Dan untuk mendapat materi pemain terbaik itu harus dilihat di kompetisi. Enggak bisa sepenuhnya kita melihat pemain bekas-bekas pemain timnas sebelumnya yang masih usia 18, 19, 20 tahun, tidak bisa. Dilihat dari kondisi terakhir jika kompetisi jalan. itu kuncinya,”

“Kalau mau dapat materi baik untuk memperkuat timnas ini kita harus gulirkan kompetisi supaya Shin dan jajaran pelatihnya bisa memasukkan pemain untuk melengkapi tim materi yang ada sekarang.”

Sebab, lanjut dia, kerangka Timnas bisa dibilang sudah ada. Semisal, posisi kiper ada Riyandi, lini belakang ada Rizki Ridho, Pratama Arhan, dan Asnawi Mangkualam.

Kemudian di tengah ada atau Witan Sulaeman. Sementara di depan ada Kusheyda Hari Yudo dan M. Rafli.

“Tapi kan tak cukup dengan materi itu saja. Jadi harus cari lagi. Dan tak ada obatnya kecuali menggulirkan kompetisi dan pelatih lihat opsi lain yang mungkin bisa memperkuat Timnas,” pungkasnya.

Berita Terkait