Faktor Keuangan Jadi Alasan PSG Pati Ubah Nama AHHA PS Pati, PSSI Bisa Setujui

akhirnya beraksi terkait perubahan nama klub , jadi AHHA PS Pati FC.

Sekjen PSSI, Yunus Nusi mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima surat dari Pati yang memohon perubahan nama menjadi AHHA PS Pati FC.

PSSI akhirnya angkat bicara setelah belakangan ini PSG Pati menjadi perbincangan pecinta sepak bola karena tiba-tiba berubah nama menjadi AHHA PS Pati FC.

Hal itu terjadi setelah Youtuber kenamaan mengakuisisi PSG Pati dan langsung mengubah nama menjadi AHHA PS Pati FC.

Padahal nama PSG Pati sendiri baru disahkan melalui pada akhir Mei lalu.

Dalam tersebut, PSG yang tadinya singkatan dari Putra Sunan Giri menjadi Patin Safin Grup Pati.

Namun, kali ini nama tersebut kembali diubah menjadi AHHA PS Pati.

Menanggapi hal ini, Yunus Nusi mengungkapkan bahwa pihaknya memahami alasan perubahan nama tersebut.

“Beberapa alasan logis telah dijelaskan melalui surat tersebut dan kami sangat memahami serta memaklumi terkait perubahan nama dari PSG Pati menjadi AHHA PS Pati,” ujar Yunus Nusi sebagaimana dilansir BolaSport.com dari laman PSSI.

“Kami akan segera menyampaikan ini ke Ketum PSSI dan seluruh anggota Komite Eksekutif untuk diambil pertimbangan dan kebijakan,” ucapnya.

Faktor perubahan nama tersebut tak lain karena masalah keuangan yang tengah melanda PSG Pati.

Dengan adanya masalah keuangan tersebut, Yunus mengungkapkan bahwa hal itu akan menjadi pertimbangan untuk PSSI.

Pria yang juga menjabat sebagai anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI itu menjelaskan, karena alasan keuangan tersebut, perubahan nama dapat diterima.

Apalagi PSG Pati bukan merupakan klub yang berasal dari klub perserikatan yang notabene-nya memiliki anggota-anggota klub dibawahnya.

Jadi tak menutup kemungkinan perubahan nama PSG Pati menjadi AHHA PS Pati FC bisa disetujui PSSI.

“PSSI tentu akan memperhatikan alasan utama PSG Pati untuk melakukan perubahan nama karena pertimbangan aspek keuangan demi kelangsungan klub dalam mengarungi musim kompetisi tahun 2021 ini,” tuturnya.

Saat ini PSSI masih melakukan kajian terkait perubahan nama tersebut.

Apakah nantinya perubahan nama tersebut disetujui atau tidak akan diputuskan melalui diskusi bersama .

Untuk sekadar informasi, perubahan nama, logo, dan domisili klub pada dasarnya harus disahkan melalui Kongres PSSI.

Hal tersebut sudah diatura dalam statuta PSSI pasal pasal 17 poin F, yang berbunyi yaitu perubahan nama domisili dan/atau kepemilikan Badan Hukum sebuah klub sepak bola harus disahkan oleh Exco setelah melalui mekanisme dan proses kajian yang akan ditetapkan kemudian di dalam keputusan, regulasi, dan instruksi atau edaran PSSI.

Berita Terkait