Ezra Walian Tak Jagokan Belanda Juara Piala Eropa 2020

Gelandang blasteran mendukung Belanda meraih sukses di Piala Eropa 2020, namun tidak memfavoritkan tim Oranye tampil sebagai kampiun di turnamen sepakbola yang pelaksanaannya mundur satu tahun itu.

Belanda tergabung di Grup C bersama Ukraina, Austria, dan Macedonia Utara. Ezra yang mempuyai darah Belanda ini menilai tim besutan mampu berbicara banyak di fase grup.

Hanya saja, Ezra menilai sulit bagi Belanda untuk mengangkat trofi Piala Eropa. Pemain berusia 23 tahun tersebut justru menilai ada tiga tim yang berpeluang menjadi jawara benua biru. Walau begitu, Ezra tetap berharap ada kejutan.

“Tentu saja saya mendukung Belanda. Tapi saya rasa mereka bukan tim yang favorit menjadi juara. Saya rasa Prancis, Jerman, atau Inggris juga mereka layak,” ujar Ezra dikutip laman Simamaung.

“Kami (Belanda) memang bukan favorit, tapi di dalam turnamen semua bisa terjadi. Saya rasa Belanda sudah menunjukkan, meski bukan favorit bisa melangkah jauh di turnamen.”

Tidak hanya masalah juara, Ezra juga memfavoritkan dan mengidoali pemain yang bukan berasal dari Negeri Kincir Angin. Ezra memilih pemain muda Prancis Kylian Mbappe, dan striker Polandia Robert Lewandowski.

“Pemain favorit, tentu saya suka Mbappe. Saya tidak tahu apakah Polandia masuk kejuaraan ini atau tidak. Jika masuk, Lewandowski adalah pemain favorit saya, dan saya suka menyaksikannya,” ucap Ezra.

Ezra menambahkan, sepakbola juga merupakan olahraga favorit di Belanda. Kendati demikian, Ezra akan kesulitan menyaksikan pertandingan, mengingat sebagian besar laga berlangsung pada larut malam, maupun dinihari WIB. Pasalnya, Bandung sedang melakukan persiapan menghadapi /22.

“Orang-orang di sana juga setiap hari sangat menyukai sepakbola, seperti di Indonesia, dan semua mendukung negaranya, termasuk saya. Tapi saya harap juga tidak terlalu terlambat untuk menonton pertandingannya, karena waktunya berbeda,” ungkap Ezra.

Perbedaan waktu ini juga yang membuat pelatih tidak terlalu mengikuti Piala Eropa. sebelumnya menyatakan bakal menghabiskan waktu malam hari untuk beristirahat.

“Jika ada waktu luang, saya selalu menyempatkannya. Tapi waktu saya juga sangat terbatas. Apalagi untuk bangun jam 02:00–03:00 dinihari, lalu di pagi harinya pukul 06:00 harus pergi latihan. Itu tentu tidak disarankan,” ujarnya.

Berita Terkait