PSJS Bergegas Cari Investor Jelang Liga 3, Artis Merapat?

Klub Liga 3 asal DKI Jakarta, Jaksel, mulai bergerak mempersiapkan diri menyambut musim baru. Agenda-agenda stategis seperti seleksi pemain, rekrutmen manajer baru, dan penjajakan dengan pihak sponsor.

Seleksi pemain kabarnya akan dilakukan dalam waktu dekat. Fokusnya tentu saja wajah belia mengingat PSSI menerapkan kebijakan pembatasan usia untuk Liga 3 2021, tepatnya kelahiran 1999-2003 (18-21 tahun).

“PSJS Jaksel bekerja sama dengan Askot PSSI setempat akan melaksanakan seleksi pemain berdasarkan kebijakan yang telah ditetapkan, yakni kelahiran 1999-2003 untuk Liga 3 2021,” kata Ketua Umum PSJS Jaksel, Try , kepada redaksi berita olahraga INDOSPORT, Jumat (11/6/21).

“Mengenai pelaksanaan proses awal seleksi akan diinformasikan kemudian dan pengajuan sebagai manajer tim bisa langsung menghubungi saya,” cetusnya.

Tak melulu Liga 3, PSJS Jaksel juga ingin mempersiapkan tim yang berisikan anak-anak muda untuk berlaga di Piala Soeratin. Perinciannya adalah kelahiran 2004-2005 untuk kelompok usia U-17 dan 2006-2007 buat kategori U-15.

Perihal sponsor, PSJS Jaksel mengikuti perkembangan terkini yang terjadi di kancah sepak bola nasional, terutama tren selebritis Tanah Air berbondong-bondong berinvestasi, bahkan mengakuisisi klub Liga 2 dan Liga 3.

Raffi Ahmad membuka eksodus artis-artis ke ranah sepak saat membeli lalu mengubahnya menjadi Rans Cilegon FC beberapa waktu lalu.

Langkah Raffi Ahmad belakangan mulai diikuti para koleganya, seperti Gading Marten (Persikota Tangerang; Liga 3) dan Atta Halilintar (; Liga 2). Lantas, apakah PSJS Jaksel juga akan menyusul?

Seorang sumber terpercaya INDOSPORT membeberkan bahwa PSJS Jaksel sedang menjajaki kemungkinan merangkul salah satu musisi kenamaan Tanah Air sebagai investor.

“Kemarin kami sudah ‘tes ombak’. Kira-kira ada tidak yang tertarik untuk berinvestasi di PSJS. Kami juga telah menawarkan ke salah satu musisi beken yang tidak bisa saya sebutkan namanya, tapi belum ada respons,” kata sumber INDOSPORT.

Siapakah musisi tersebut? Biar waktu yang menjawab. Bukan mustahil PSJS Jaksel menjelma sebagai klub ‘sultan’ baru dan mewarnai sepak bola ibu kota sang tetangga, Persija Jakarta, bila nantinya benar-benar diakuisisi oleh pihak ketiga.

Sekadar mengingatkan, DKI Jakarta bukan cuma milik Persija, yang notabene representasi Jakarta Pusat. Masih ada tiga klub tradisional lain di masing-masing kotamadya, yakni PSJS (Jakarta Selatan), Persija Barat FC (Jakarta Barat), dan Persitara (Jakarta Utara).

Sejatinya ada satu klub lagi yang mewakili Kotamadya Jakarta Timur, yaitu . Namun, batu lompatan nama-nama beken sekaliber Ismed Sofyan dan ini telah diakuisisi dan berganti nama menjadi FC sejak 2004.

Kembali ke PSJS Jaksel, klub yang identik dengan warna biru ini sudah eksis di belantika sepak bola nasional sejak 1975. Awalnya mereka bergabung dengan Jakarta Barat sehingga namanya adalah Persija Selatan-Barat.

Namun, PSJS belum pernah sekalipun naik ke kasta tertinggi sejak era Perserikatan sampai sekarang. Prestasi yang bisa dibanggakan adalah menjuarai Divisi II Perserikatan 1988 dan promosi ke Divisi I di era kepemimpinan Hariman Siregar.

Belakangan, PSJS fokus menjalankan peran dan fungsi utama klub dalam pembinaan sepak bola usia dini. Mereka biasanya bergerak di kategori usia U-13, U-15, U-17, dan U-19 untuk mengasah bibit-bibit muda jebolan SSB-SSB ternama di Jakarta Selatan.

Mirisnya, PSJS kerap kesulitan mendapatkan lapangan dan fasilitas-fasilitas lain di wilayah Jakarta Selatan yang bisa digunakan untuk mendukung program pembinaan sepak bola usia dini.

Berita Terkait

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.