Keputusan Ekstrem Shin Tae-yong Mengangkut Pemain Muda ke Timnas Indonesia: Petik Hasil di Masa Depan?

Tidak ada sosok Stefano Lilipaly, Beto Goncalves, apalagi Boaz Sollosa di pada ajang Kualifikasi 2022 Zona Asia. lebih memilih pemain-pemain muda yang menurutnya bakal jadi tulang punggung Skuad Garuda di masa depan.

Shin Tae-yong memilih 28 pemain untuk skuad Indonesia proyeksi Kualifikasi Piala Dunia 2022. Terdapat wajah baru hingga para pemain yang dipromosikan dari timnas kelompok umur.

Jangan harap ada sosok Andritany Ardhiyasa di bawah mistar gawang. Jangan pula melihat duet dan Yanto Basna di lini pertahanan. Sebab pemain paling tua di Timnas Indonesia bisa dihitung jari saat ini.

Tercatat ada dua pemain berusia 27 tahun, mereka adalah Kushedya Hari Yudo dan Adam Alis. Keduanya bahkan tak ada dalam daftar susunan pemain pada babak Kualifikasi Piala Dunia 2022 putaran pertama.

Pada laga kontra misalnya, ada tiga pemain berusia 19 tahun. Yakni , Rizky Ridho, dan Pratama Arhan. ‘Pemain senior’ pada duel tersebut hanyalah Evan Dimas, gelandang berusia 26 tahun, yang bisa dibilang masih cukup muda dalam dunia sepak bola pada umumnya.

Keberanian Shin Tae-yong ini mendapat pujian dari media Thailand, Siam Sport. Pelatih asal Korea Selatan itu dianggap terlalu berani, karena menghilangkan pemain-pemain veteran dari skuad Timnas Indonesia.

“Kedatangan Shin Tae-yong di Indonesia tujuannya sudah jelas yakni untuk membuat generasi baru yang mengombinasikan antara kedisiplinan dan ketegasan. Banyak pemain lama yang keluar dari tim. Termasuk pada mereka yang tidak disiplin,” tulis Siam Sport.

10 Tahun ke Depan

Hasil imbang kontra Thailand merupakan raihan positif pertama Shin Tae-yong selepas menggantikan peran yang dipecat usai kalah empat kali beruntun di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia.

Itulah poin perdana Timnas Indonesia. Namun sayang, di tengah optimisme tinggi pencinta sepak bola Tanah Air, Egy Maulana Vikri dkk. malah kemudian dihajar habis-habiskan oleh Vietnam empat gol tanpa balas.

Bek legendaris Indonesia, Agung Setyabudi, menuturkan bahwa persoalan utama terletak pada buruknya koordinasi di lini belakang. Alhasil, Nadeo Argawinata mesti pontang-panting mengawal gawangnya dari kebobolan.

Nada minor pun mengiringi kekalahan tersebut. Sampai-sampai, warganet mendengungkan agar Luis Milla mesti dikembalikan. Terkait pemilihan pemain muda pun jadi sorotan.

Akan tetapi, Shin Tae-yong bergeming. Menurutnya, sesuatu yang wajar jika pemain melakukan kesalahan dalam sepak bola, tak peduli mereka berusia muda atau berpengalaman sekalipun.

“Kami terdiri dari banyak pemain muda, tidak perlu terburu-buru,” kata Shin dikutip dari media Korea Selatan, Chosun, Minggu (6/6/2021). “Yang harus kami lakukan adalah bermain sesuai keinginan kami.”

“Memang cenderung akan ada banyak kesalahan, tapi jangan takut melakukan kesalahan, jangan menyerah, dan tetap berlari sampai akhir,” tambahnya.

Lebih jauh, coach Shin menuturkan bahwa mengingat kans lolos Piala Dunia 2022 sudah sirna, tujuan utamanya saat ini adalah menggenjot para pemain mudanya melalui pertarungan kompetitif, agar kelak tercipta chemistry dan pengalaman bertanding yang cukup.

Ia juga menegaskan bahwa ujian sebenarnya dimulai pada 2021 yang digelar akhir tahun ini. Shin Tae-yong ingin dari sana skuadnya membangun kekuatan hingga 10 tahun ke depan.

“Kami menantikan SEA Games pada akhir tahun dan hingga lima atau sepuluh tahun ke depan,” ujar Shin Tae-yong.

Berita Terkait