Bos JDT Sebut Syahrian Abimanyu Tak Main Di Liga Champions Asia

Pemilik () Tunku Ismail Ibni Sultan memastikan gelandang muda tidak didaftarkan memperkuat Harimau Selatan di (LCA) 2021.

Syahrian direkrut JDT pada awal tahun ini, dan selanjutnya dipinjamkan ke klub Liga Utama Australia (A-League) Newcastle Jets. Masa peminjaman Syahrian kini sudah berakhir, dan ia kembali ke JDT.

Ketika direkrut, Syahrian sempat dinyatakan memperkuat JDT II di Liga Primer (MPL), namun tidak menutup kemungkinan ia bakal dimainkan di Malaysia Super League (MSL) di sisa musim ini.

Hanya saja, Ismail memastikan Syahrian tidak didaftarkan memperkuat JDT di LCA bersama rekrutan anyar dari Wolverhampton Wanderers Nathaniel Shio Hong Wan. Di ajang ini, JDT masuk Grup G bersama wakil Jepang, Nagoya Grampus, Pohang Steelers (Korea Selatan), dan Ratchaburi (Thailand).

“Mereka akan bermain dalam pertandingan Liga Super atau Piala Malaysia, tapi bukan LCA,” tegas Ismail dalam bincang-bincangnya di program Nindia Bola melalui kanal YouTube Astro Arena.

Selain Syahrian, JDT juga meminjamkan pemain Malaysia Liridon Krasniqi ke Newcastle Jets. Dibandingkan Syahrian, menit bermain Liridon di klub ini cukup bagus. Syahrian hanya bermain tujuh menit di tiga pertandingan, sedangkan Liridon tampil sembilan kali dengan 186 menit bermain.

Tapi seperti halnya Syahrian, Liridon juga dikembalikan ke JDT. Ismail mengatakan, pemain tersebut tidak memperkuat JDT di sisa musim, dan bakal dipinjamkan ke klub Thailand.

“Liridon kami akan pinjamkan ke Thailand. Untuk saat ini ada pembicaraan dengan satu klub, tapi saya tidak bisa ungkapkan. Kami masih melakukan negosiasi,” ucap Ismail.

Dalam kesempatan yang sama, Ismail juga menampik anggapan JDT sebagai tim tersombong di Malaysia. Ismail menegaskan, semua fasilitas yang diberikan kepada pemain sebagai bentuk sikap profesional klub.

“Bagaimana bisa dikatakan JDT banyak gaya? Jika kita ingin mengelola klub profesional, tentu perlu memiliki transportasi terbaik, pakaian yang bagus. Kami ingin terlihat rapi dan profesional. Bagi saya itu bukan untuk pamer, tapi menunjukkan sikap profesional,” tutur Ismail.

“Dalam kompetisi ‘tidak ada kerendahan hati’. Ini bukan tempat bagi kami untuk memiliki sikap rendah hati, sikap itu untuk dunia di luarnya. Namun dalam industri persaingan, kami harus bersaing, tentunya dengan ‘ego booster’. Kami harus menunjukkan lebih unggul.”

Berita Terkait

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.