Venue Pertandingan Piala AFC Masih Misterius, Pelatih Bali United Bingung

Venue perhelatan Piala zona Asia Tenggara yang belum jelas membuat tim-tim peserta bingung, termasuk . Hingga sekarang, belum diketahui lokasi pertandingan untuk grup G, H, dan I.

AFC seakan-akan “menggantung” klub-klub di Asia Tenggara. Padahal pertandingan hanya tinggal menghitung hari. Contohnya grup H dan I yang sebelumnya sudah mendapatkan lokasi pertandingan di Singapura, terpaksa batal.

Singapura dikabarkan yang meminta mundur sebagai tuan rumah. Di grup H ada Jayapura. Di grup G yang dihuni Bali United lebih parah lagi.

Sejak drawing pembagian grup, negara yang menjadi tuan rumah belum jelas. Awalnya yang dikabarkan menjadi tuan rumah, namun pada akhirnya tidak jadi.

Carut marut venue pertandingan ini yang disesalkan Pelatih Bali United, . Menurutnya kondisi seperti ini bisa berdampak pada persiapan skuad asuhannya dan menganggap apa yang terjadi sekarang tidak akan efektif.

“Seharusnya lebih cepat (diketahui lokasi pertandingan) lebih bagus dan bisa membuat pemain fokus di pertandingan. Kami sampai sekarang hanya tahu lawan dan tanggal bermain saja. Soal lokasinya pertandingan, kami belum tahu,” ungkapnya, Selasa (8/6/2021).

Menurut pelatih yang memiliki tiga gelar Liga Indonesia dengan tiga klub berbeda tersebut, penentuan venue pertandingan lebih awal bisa berdampak baik bagi Bali United dan juga klub lain di grup G, H, dan I. Dia mengatakan persiapan bisa lebih baik jika mengetahui lokasi pertandingan lebih awal.

“Kami harus tahu dimana bermain dan mulai merencanakan kapan berangkat ke lokasi pertandingan. Misalnya di negara lain, kami harus tahu bagaimana cuaca di sana dan tahu kapan waktu ideal untuk berangkat,” tambah pelatih Bali United berpaspor Brasil tersebut.

Aturan Terkait Pandemi Covid-19

Teco yang merasa geregetan bisa dimaklumi. Masing-masing negara di Asia Tenggara atau negara lain memiliki kebijakan yang berbeda terkait pandemi Covid-19. Paling tidak jika grup G berlangsung di negara lain, dkk harus berada di negara tersebut setidaknya 14 hari sebelum latihan resmi.

Itu adalah waktu minimal yang dibutuhkan jika masa karantina diberlakukan selama 14 hari. Begitu juga jika benar Piala AFC digelar di Solo seperti keinginan Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka.

Pemerintah sudah menetapkan bahwa pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) harus dikarantina selama 14 hari. Sebelumnya PPLN wajib karantina hanya lima hari saja.

“Mau tidak mau kami harus berada di hotel selama 14 hari untuk karantina dan ini tidak bagus. Tapi kami mengerti dengan situasi seperti ini,” ucapnya.

Belum lagi ditambah dengan fase grup yang hanya berlangsung selama tiga pertandingan jika satu grup dihuni empat tim dan dua pertandingan jika dihuni oleh tiga tim seperti grup I dan J. Praktis Bali United dan tim lain tidak ingin kehilangan momentum dalam setiap pertandingan.

“Tahun ini berbeda dengan sebelumnya. Kami hanya bermain tiga kali. Ketika bisa bermain enam kali, sebenarnya lebih bagus. Tapi kami harus mengerti situasi pandemi seperti sekarang,” tutupnya. (Maheswara Putra)Pusn

Berita Terkait