Kisah Witan Sulaeman Bisa Tembus ke Klub Eropa dan Timnas Indonesia

Perjalanan Witan Sulaeman untuk menembus skuad tidaklah mudah.

Witan Sulaeman sempat merasakan kesepian ketika masih kecil saat mempunyai mimpi menjadi pesepakbola terkenal.

Witan Sulaeman lahir di Palu, Sulawesi Tengah, pada 8 Oktober 2021.

Dilansir BolaSport.com dari laman resmi , Witan Sulaeman menceritakan awal mulanya menerjang cita-cita menjadi pesepakbola profesional.

Witan Sulaeman mulai mengenal sepak bola dari sang ayah.

Sekolah sepak bola pertamanya adalah SSB Galara di tahun 2013 hingga 2015.

Selama menimba ilmu di SSB Galara, Witan Sulaeman sempat merasakan kesepian.

Sebab, selama berlatih, ia tidak ditemani oleh ayahnya.

“Dahulu saat kecil ayah selalu mengantarkan saya bermain sepak bola, namun beliau tidak pernah menemani saya berlatih hingga akhir, selalu saya ditinggalkan karena dia juga sibuk bekerja,” kata Witan Sulaeman.

“Namun karena itu juga saya menjadi mandiri, disaat teman-teman lain ditemani latihan oleh orang tua mereka, saya tidak,” kenang Witan Sulaeman.

Pada tahun 2016, Witan Sulaeman memutuskan bersekolah dan sekaligus menimba ilmu sepak bolanya di SKO Ragunan.

Pada 2019, Witan Sulaeman lulus dari SKO Ragunan.

Selama bersekolah di SKO Ragunan, Witan Sulaeman sering dipanggil ke timnas U-16 Indonesia.

Bahkan, ia sempat naik level ke timnas U-19 Indonesia meskipun usianya baru menginjak 16 tahun.

Di akhir 2019, Witan Sulaeman menandatangani kontrak profesional pertamanya bersama klub Liga 2, .

Ia hanya setengah musim di Yogyakarta hingga akhirnya mendapatkan tawaran ke klub Serbia, .

“Tahun 2020, agen saya menawarkan untuk bermain di salah satu klub Serbia, FK Radnik Surdulica,” kata Witan Sulaeman.

Witan Sulaeman mulai bergabung bersama FK Radnik Surdulica pada Februari 2020 dengan durasi kontrak 3,5 tahun.

Namun karena pandemi Covid-19 di sana, selama dua setengah bulan, dia kembali ke Indonesia.

Witan Sulaeman baru mendapatkan debut profesionalnya di klub tersebut di tanggal 14 Juni 2020.

Ia bermain menggantikan Bogdan Stamenković kala laga melawan Radnicki Nis dan mengalami kekalahan 2-4.

“Tentu senang dengan pengalaman bermain pertama kali saat itu di Radnik, rasanya tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata,” sebut Witan.

Untuk karirnya di timnas Indonesia, Witan Sulaeman menceritakan pernah ikut pemusatan latihan dan seleksi untuk timnas U-16 Indonesia masa .

“Namun sayang, saat itu PSSI di suspend oleh FIFA, sehingga tim tersebut dibubarkan, tidak diteruskan, karena tak bisa mengikuti ajang internasional apapun,” katanya.

Kesempatan Witan untuk bermain di timnas datang kembali, debut internasional pertama Witan di timnas Indonesia kelompok umur (Timnas U-19) pada Turnamen Toulon tanggal 31 Mei 2017 saat jumpa Brazil.

Setelah itu, ditahun yang sama dirinya mencetak gol dalam gelaran AFF U-18 Championship tahun 2017 menang melawan Brunei 8-0, dia juga mencetak gol saat perebutan juara ketiga melawan Myanmar.

Pada Kejuaraan U-19 2018 yang diadakan di Indonesia, Witan mencetak dua gol, dalam kemenangan penyisihan grup atas Chinese Taipei dan kemenangan 1-0 atas Uni Emirat Arab.

Hasil itu membawa timnya ke perempat final untuk yang pertama waktu dalam 40 tahun.

Witan juga adalah bagian dari yang meraih perak di Asian Games 2019 Filipina.

Dia menerima panggilan untuk bergabung dengan tim nasional sepak bola senior Indonesia pada Mei 2021.

Dia mendapatkan debut pertamanya di timnas senior dalam pertandingan persahabatan tanggal 25 Mei 2021 di Dubai melawan Afghanistan.

Berita Terkait